LPOI Gelar Konsolidasi untuk Perdamaian dan Peradaban Humanis
Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: LPOI Sampaikan Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo, Begini Isinya
Oleh karena itu, dialog peradaban yang bernafaskan spirit perdamaian dan peradaban humanis harus segera digelar, agar ketegangan geopolitik tidak mengarah pada pecahnya perang dunia ke tiga yang lebih parah dan lebih menghancurkan”.
Said Aqil yang juga menjadi Ketua Umum Madjlis Islam Al’la Indonesia (MIAI) menegaskan, kesadaran global dan partisipasi lintas negara harus digalang, agar konflik global segera berakhir. Dibutuhkan terobosan strategis yang mampu mengkompromikan berbagai perbedaan kepentingan dan dibutuhkan pula juru damai terpercaya (trusted peacemaker) yang bisa di terima secara global.
State and Non State Actor harus bekerja bersama untuk menghimpun kekuatan strategis yang mampu mendamaikan atau setidaknya agar konflik tidak meluas dan mengarah pada kehancuran total. "Pararel dengan hal tersebut, Tidak dibenarkan atas nama apapun melakukan penjajahan diatas dunia dan tidak dibenarkan atasnama apapun menindas dan mendiskeditkan suatu negara dan suatu bangsa," tandasnya.
Oleh karenanya tindakan provokatif dan intimidasitif serta pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang berpotensi memicu meningkatnya eskalasi, harus segera di hentikan. Diruang ini Indonesia sangat berpotensi menjadi Konsolidator Perdamaian Dunia dan peran ini harus diambil dengan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata.
Said Aqil sebagai sesepuh Nahdlatul Ulama dan Mustasyar PBNU menyampaikan; kerja bersama semua pihak, khususnya untuk mewariskan nilai-nilai perdamaian dan peradaban humanis kepada lintas generasi, harus terus dilakukan.
"Spirit Islam yang memihak pada perdamaian dan juga memihak kepada kaum tertindas harus disebar luaskan. Konsolidasi dunia Islam untuk perdamaian dan peradaban humanis harus dilihat sebagai langkah awal (starting point) untuk selanjutnya dilakukan konsolidasi lintas iman (interfaith consolidation), karena kerja-kerja perdamaian dan peradaban humanis adalah tanggung jawab Bersama warga dunia dan harus dilakukan oleh semua pihak dengan tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, dialog peradaban yang bernafaskan spirit perdamaian dan peradaban humanis harus segera digelar, agar ketegangan geopolitik tidak mengarah pada pecahnya perang dunia ke tiga yang lebih parah dan lebih menghancurkan”.
Said Aqil yang juga menjadi Ketua Umum Madjlis Islam Al’la Indonesia (MIAI) menegaskan, kesadaran global dan partisipasi lintas negara harus digalang, agar konflik global segera berakhir. Dibutuhkan terobosan strategis yang mampu mengkompromikan berbagai perbedaan kepentingan dan dibutuhkan pula juru damai terpercaya (trusted peacemaker) yang bisa di terima secara global.
State and Non State Actor harus bekerja bersama untuk menghimpun kekuatan strategis yang mampu mendamaikan atau setidaknya agar konflik tidak meluas dan mengarah pada kehancuran total. "Pararel dengan hal tersebut, Tidak dibenarkan atas nama apapun melakukan penjajahan diatas dunia dan tidak dibenarkan atasnama apapun menindas dan mendiskeditkan suatu negara dan suatu bangsa," tandasnya.
Oleh karenanya tindakan provokatif dan intimidasitif serta pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang berpotensi memicu meningkatnya eskalasi, harus segera di hentikan. Diruang ini Indonesia sangat berpotensi menjadi Konsolidator Perdamaian Dunia dan peran ini harus diambil dengan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata.
Said Aqil sebagai sesepuh Nahdlatul Ulama dan Mustasyar PBNU menyampaikan; kerja bersama semua pihak, khususnya untuk mewariskan nilai-nilai perdamaian dan peradaban humanis kepada lintas generasi, harus terus dilakukan.
"Spirit Islam yang memihak pada perdamaian dan juga memihak kepada kaum tertindas harus disebar luaskan. Konsolidasi dunia Islam untuk perdamaian dan peradaban humanis harus dilihat sebagai langkah awal (starting point) untuk selanjutnya dilakukan konsolidasi lintas iman (interfaith consolidation), karena kerja-kerja perdamaian dan peradaban humanis adalah tanggung jawab Bersama warga dunia dan harus dilakukan oleh semua pihak dengan tanpa terkecuali.
Lihat Juga :