LPOI Gelar Konsolidasi untuk Perdamaian dan Peradaban Humanis
Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Konsolidasi harus dilakukan secepatnya agar langkah untuk membangun peradaban masa depan (civilizational engineering) tidak terlambat. Sekali lagi kami tegaskan dunia Butuh pendekatan baru “Spritual and natural lifestyle”. Hal ini harus segera digerakkan oleh kaum agamawan. Kaum agamawan tidak boleh hanya menjadi penonton atas realitas global dan tidak boleh hanya bertopang dagu saja”.
Sementara itu, Sekjen LPOI Gus Imam Pituduh menambahkan; “Kerjasama LPOI dengan Risalatussalam Al Alam berfokus pada program (1) Diplomasi Budaya dan Peradaban Islam (2) Dakwah Transnasional berbasis narasi moderasi (3) Pengembangan Riset, Publikasi dan Pusat studi (4) Pertukaran Indonesia-Mesir (5) Pendidikan Formal dan Informal.
Visi kerjasama ini didedikasikan untuk membangun ekosistem global pemikiran islam moderat yang berpengaruh dan berkelanjutan dengan sasaran strategis untuk peningkatan sumberdaya manusia, penguatan jaringan internasional dan kontribusi nyata dalam perdamaian global," tandasnya.
Pada saat yang sama Majdy Thontowy, pimpinan Risalatussalam Al Alam menyampaikan bahwa sebagai langkah kongkrit dari kerjasama ini kami akan mengundang LPOI ke Mesir untuk melakukan dialog peradaban, memberikan beasiswa studi Kemesir untuk para santri. Melakukan publikasi karya Ilmiah bersama dan juga melakukan kerja kerja perdamaian yang diharapkan dapat berdampak nyata bagi kemaslahatan kehidupan global.
Di akhir penjelasannya, Majdy Thntowy menegaskan bahwa Indonesia dan Mesir akan menjadi episentrum peradaban Islam di masa depan. Peran serta keduanya dalam menjadi juru damai dan mendamaikan konflik global sangat dinantikan semua warga dunia.
Islam harus selalu hadir menjadi rohmat bagi semuanya dan saatnya tunjukkan kepada dunia bahwa cita diri Islam itu adalah citra diri yang humanis ramah damai dan toleran, seperti wajah Islam di Indonesia yang ramah damai dan toleran.
Sementara itu, Sekjen LPOI Gus Imam Pituduh menambahkan; “Kerjasama LPOI dengan Risalatussalam Al Alam berfokus pada program (1) Diplomasi Budaya dan Peradaban Islam (2) Dakwah Transnasional berbasis narasi moderasi (3) Pengembangan Riset, Publikasi dan Pusat studi (4) Pertukaran Indonesia-Mesir (5) Pendidikan Formal dan Informal.
Visi kerjasama ini didedikasikan untuk membangun ekosistem global pemikiran islam moderat yang berpengaruh dan berkelanjutan dengan sasaran strategis untuk peningkatan sumberdaya manusia, penguatan jaringan internasional dan kontribusi nyata dalam perdamaian global," tandasnya.
Pada saat yang sama Majdy Thontowy, pimpinan Risalatussalam Al Alam menyampaikan bahwa sebagai langkah kongkrit dari kerjasama ini kami akan mengundang LPOI ke Mesir untuk melakukan dialog peradaban, memberikan beasiswa studi Kemesir untuk para santri. Melakukan publikasi karya Ilmiah bersama dan juga melakukan kerja kerja perdamaian yang diharapkan dapat berdampak nyata bagi kemaslahatan kehidupan global.
Di akhir penjelasannya, Majdy Thntowy menegaskan bahwa Indonesia dan Mesir akan menjadi episentrum peradaban Islam di masa depan. Peran serta keduanya dalam menjadi juru damai dan mendamaikan konflik global sangat dinantikan semua warga dunia.
Islam harus selalu hadir menjadi rohmat bagi semuanya dan saatnya tunjukkan kepada dunia bahwa cita diri Islam itu adalah citra diri yang humanis ramah damai dan toleran, seperti wajah Islam di Indonesia yang ramah damai dan toleran.
(shf)
Lihat Juga :