Sanad Digital: Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Kepemimpinan Kita

Selasa, 28 April 2026 - 10:56 WIB
loading...
Sanad Digital: Bukan...
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Foto/UDN Jakarta.
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Pernahkah Anda nonton ceramah agama di YouTube atau TikTok? Rasanya enak, kan? Bisa dengar nasihat dari ustaz favorit kapan saja, di mana saja. Tapi coba tanya, dari mana ustaz itu belajar? Siapa gurunya? Apakah ilmunya benar-benar bersambung hingga ke sumbernya?

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin jarang terpikirkan. Padahal, dalam tradisi Islam, ada yang namanya sanad. Sederhananya, sanad adalah rantai guru-murid yang bersambung hingga ke Rasulullah SAW. Seperti silsilah keluarga, tapi untuk ilmu.

Tanpa sanad, ilmu yang kita terima bisa jadi tidak jelas asal-usulnya. Ibarat beli obat tanpa izin edar, bisa menyembuhkan, tapi bisa juga berbahaya.

Sekarang, kita hidup di era digital. Belajar agama bisa dari ratusan sumber dalam sehari. Sayangnya, kemudahan ini sering membuat kita lupa bertanya, siapa yang menjamin kebenaran ilmu itu?

Lalu, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Bukan masyarakat awam. Bukan juga para konten kreator. Tapi para pemimpin pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Merekalah yang memiliki otoritas, sumber daya, dan jaringan untuk memastikan sanad tetap terjaga di era digital.

TikTok bukan masalah, Tapi Cara Kita Memakainya

Saya tidak anti-TikTok. Bukan juga ingin memusuhi YouTube. Teknologi itu alat. Yang jadi masalah adalah ketika kita, baik sebagai pendakwah maupun sebagai pencari ilmu, mengabaikan rantai keilmuan. Seorang santri yang viral karena konten lucu baca kitab bisa ditonton jutaan orang. Tapi ketika ditanya siapa gurunya, jawabnya: "Belajar otodidak, dari YouTube."

Ini bukan cerita fiksi. Ini kejadian nyata. Dan ini cukup mengkhawatirkan.

Bukan karena belajar otodidak itu salah. Tapi untuk ilmu agama yang jadi pegangan hidup, kita butuh lebih dari sekadar konten menghibur.

Kita butuh guru yang membimbing, mengoreksi, dan memberi izin.

Ibarat belajar menyetir, Anda bisa nonton video cara nyetir di YouTube, tapi tetap butuh instruktur di samping Anda. Apalagi untuk urusan akhirat.

Di pesantren, proses ini disebut talaqqi, belajar langsung dari guru, tatap muka, saling melihat. Ini bukan soal kuno atau modern. Ini soal jaminan kualitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Ustaz Solmed Laporkan...
Ustaz Solmed Laporkan Puluhan Akun Medsos Penyebar Hoaks, Desak Pelaku Minta Maaf
Darunnajah Hadiri Halal...
Darunnajah Hadiri Halal Bihalal MUI 1447 H, Perkuat Ukhuwah dan Jajaki Kerja Sama Internasional
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved