Tekan Angka Kematian, Doni Monardo Imbau Kepala Daerah Lindungi Kelompok Rentan

loading...
Tekan Angka Kematian, Doni Monardo Imbau Kepala Daerah Lindungi Kelompok Rentan
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo kembali menegaskan bahwa COVID-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo kembali menegaskan bahwa COVID-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Terutama masyarakat yang berusia lebih dari 47 tahun yang disertai dengan penyakit penyerta (komorbid).

“Setelah sekian bulan kita semakin tahu bahwa COVID-19 ini sangat membahayakan. COVID-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Saya ulangi lagi, ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Saya tidak akan pernah bosan menyebutkan kalimat ini,” ujar Doni dalam Webinar Nasional ‘Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang’ secara virtual, Sabtu (19/9/2020). (Baca juga: Kaji Kematian Petugas Kesehatan, PB IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit)

Kenapa? Doni menjelaskan faktanya mereka yang masih muda, mereka yang masih berusia di bawah 46 tahun dan tidak ada komorbid hampir 100% sembuh dari COVID-19. “Kalau boleh saya katakan 100% itu sembuh, sembuh. Ada yang sembuhnya 7 hari, dua minggu, paling lama satu bulan sembuh. Karena banyak sekali prajurit TNI dan Polri yang terpapar COVID-19 karena mereka masih muda, mereka apa namanya tidak ada penyakit penyerta akhirnya sembuh.”

“Tetapi apa yang terjadi, mereka yang punya komorbid di atas 47 tahun adalah korban terbanyak, 85%. Bahkan di Jawa Timur yang disampaikan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur 91,9% yang wafat itu adalah penderita komorbid. Dan yang tertinggi adalah diabet,” lanjut Doni.



Namun, Doni mengatakan dari perkembangan data di beberapa provinsi, tidak semua provinsi angka kematian tertinggi itu adalah karena komorbid diabet. “Sulawesi Selatan kalau tidak salah dan Kalimantan Selatan itu adalah hipertensi. Data ini penting sekali, data penting sekali. Dari data lah saya bisa tahu bahwa mereka yang menjadi korban terbanyak adalah usia yang sudah di atas 40 tahun dan memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.

Doni mengatakan ia telah menyampaikan kepada sejumlah pimpinan di daerah untuk bisa melindungi kelompok rentan. “Saya sudah menyampaikan kepada sejumlah pimpinan dari berbagai macam kementerian dan lembaga, kita selamatkan mereka jangan berikan mereka aktivitas keluar, mereka di rumah saja.”

“Tetapi juga bukan berarti di rumah akan aman kalau di rumah itu ada orang-orang yang atau keluarga yang secara rutin mengikuti aktivitas di luar rumah, ketika kembali bisa jadi menjadi carrier, menjadi pembawa virus COVID-19, bisa menulari juga,” sambungnya. (Baca juga: Kabar Gembira, Mulai Senin Para Tenaga Kesehatan Gratis Tes PCR Swab)



Ketika strategi bisa melindungi kelompok rentan ini berhasil, kata Doni maka angka kematian akan bisa ditekan. “Karena sekarang kita sudah masuk di angka 9 ribu sekian, dalam waktu yang tidak lama mungkin kalau kita tidak bisa menahannya maka akan menembus angka psikologis 10 ribu dan ini angka yang sangat besar. Demikian juga yang terpapar sudah cukup banyak ya sekitar 250 ribu orang. Secara global kita semua mendekati angka psikologi mendekati satu juta jiwa,” tutupnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top