Kaji Kematian Petugas Kesehatan, PB IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit

loading...
Kaji Kematian Petugas Kesehatan, PB IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit
Ketua PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan tidak mudah bagi tim audit PB IDI untuk mengakses dokumen di RS untuk melakukan kajian kematian para tenaga kesehatan. Foto/BNPB
A+ A-
JAKARTA - Hingga saat ini sebanyak 117 dokter gugur terpapar COVID-19. Namun, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengatakan tidak mudah bagi tim audit PB IDI untuk mengakses dokumen di rumah sakit (RS) untuk melakukan kajian kematian para tenaga kesehatan.

Hal ini diungkapkan Daeng dalam Webinar Nasional ‘Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang’ yang juga dihadiri Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Baca juga: Kabar Gembira, Mulai Senin Para Tenaga Kesehatan Gratis Tes PCR Swab)

“Pak Doni mungkin saya lapor, jadi saya sudah diskusi dengan kawan-kawan Kementerian Kesehatan. Saya sudah bercerita bahwa sebenarnya di internal Ikatan Dokter Indonesia itu ada tim audit yang berusaha melakukan kajian dan audit tentang kematian petugas kesehatan khususnya dokter,” ujarnya secara virtual, Sabtu (19/9/2020).

“Tapi, kami terus terang tim audit kami melihat memiliki kendala karena kami tidak gampang mengakses dokumen di rumah sakit. Tidak mudah mengakses data-data di rumah sakit untuk melakukan kajian,” jelas Daeng.



Daeng mengatakan IDI dan Kementerian Kesehatan telah menyepakati untuk membentuk tim audit bersama melakukan kajian kematian petugas kesehatan. (Baca juga: Ahli Epidemi Sentil Menkes: Setiap Kematian Dokter Masalah Besar)

“Oleh karena itu Kementerian Kesehatan sudah setuju bersepakat untuk membentuk tim melakukan audit. Jadi nanti Pak Doni, Kementerian Kesehatan yang membentuk tim melakukan audit kematian, khususnya kematian petugas kesehatan,” paparnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top