Cak Imin Kritisi War Ticket Haji: Yang Sudah Ngantre Tinggal 2 Tahun Gimana?

Sabtu, 11 April 2026 - 06:12 WIB
loading...
Cak Imin Kritisi War...
Calon jemaah haji. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Wacana War Ticket Haji yang digodok Kementerian Haji dan Umrah dinilai tidak efektif. Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ).

"Saya belum melihat itu efektif ya, karena sistem antrean itu benar-benar sudah berjalan dan sudah lama orang mengantre," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026) malam.

Dia mengingatkan agar tak mengesampingkan sistem antrean yang sudah berjalan hingga saat ini. Menurutnya, jangan sampai wacana ini justru membuat khawatir para calon jemaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu.

Baca Juga: Polemik War Ticket Haji, Selly DPR: Penetapan Berangkat Haji Harus Berprinsip Keadilan

"Yang sudah telanjur ngantre tinggal 5 tahun, kasihan. Yang sudah ngantre tinggal 2 tahun gimana, apalagi yang sudah ngantre tinggal 2 tahun nasibnya gimana? Nah itu itu masih wacana itu, masih jauhlah," ujarnya.

Dengan melihat kondisi antrean panjang ini, Cak Imin menyatakan bahwa wacana ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ia mengira, bisa saja wacana ini terealisasi jika sistem antrean haji itu sudah benar-benar tuntas.

"Masih panjang. Bisa saja tapi one day setelah proses, itu sekadar wacana gitu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemenhaj tengah menggodok wacana model baru pendaftaran jemaah haji dengan skema War Ticket. Lewat skema ini, siapa yang cepat dan masuk ke dalam kuota yang disediakan, ia akan berangkat.



Wacana War Ticket haji diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam rangka merespons antrean panjang calon jemaah yang kini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang Presiden berkeinginan supaya coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah, itu yang sedang kami formulasikan," ujar Dahnil, dikutip Jumat (10/4/2026).

Dia menyoroti fenomena antrean panjang ini mulai muncul dengan adanya persoalan keuangan haji. Situasi ini tidak terjadi sebelum ada BPKH. "Kita sedang berpikir bagaimana supaya nggak ngantre itu kayak model war ticket istilahnya. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200.000, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan, siapa yang dapat itu yang berangkat. Kita sedang memikirkan pola itu," jelasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Rekomendasi
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved