Istana Sampaikan Belasungkawa Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Selasa, 31 Maret 2026 - 16:47 WIB
loading...
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI ketika tengah menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI ketika tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
“Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Prasetyo, Selasa (31/3/2026).
Prasetyo menyebutkan, pemerintah Indonesia menyayangkan adanya kejadian tersebut, sekaligus meminta kepada otoritas untuk melakukan investigasi.
Baca juga: Ini Identitas 2 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Satu di Antaranya Berpangkat Perwira
“Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,” ujar dia.
Prasetyo mengaku telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar proses pemulangan jenazah bisa disegerakan.
“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur,” ungkapnya.
Lihat video: TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Pangkalan UNIFIL, Lebanon
“Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelas dia.
Sebagai informasi pada Minggu, 29 Maret 2026 seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi gugurnya dua personel Indonesia lainnya pada Senin, 30 Maret 2026 seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadon.
“Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Prasetyo, Selasa (31/3/2026).
Prasetyo menyebutkan, pemerintah Indonesia menyayangkan adanya kejadian tersebut, sekaligus meminta kepada otoritas untuk melakukan investigasi.
Baca juga: Ini Identitas 2 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Satu di Antaranya Berpangkat Perwira
“Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,” ujar dia.
Prasetyo mengaku telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar proses pemulangan jenazah bisa disegerakan.
“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur,” ungkapnya.
Lihat video: TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Pangkalan UNIFIL, Lebanon
“Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelas dia.
Sebagai informasi pada Minggu, 29 Maret 2026 seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi gugurnya dua personel Indonesia lainnya pada Senin, 30 Maret 2026 seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadon.
(cip)
Lihat Juga :