Masa Depan Iran di bawah Kepemimpinan Garda Revolusi (IRGC)

Senin, 30 Maret 2026 - 16:34 WIB
loading...
A A A
Skenario kedua, intensified rivalry (persaingan yang intensif). Iran memperkuat aliansi dengan poros perlawanan (Hizbullah, milisi Irak, Houthi) sementara negara-negara Teluk semakin bersandar pada payung keamanan AS. Kawasan terbelah dua, dengan perang proksi yang melelahkan di Yaman, Suriah, dan Irak.

Skenario ketiga, multipolar order (tatanan multipolar). China dan Rusia mengisi ruang yang ditinggalkan AS. Beijing, dengan kepentingan energi yang besar, akan terus menjaga hubungan dengan Iran sekaligus dengan negara-negara Teluk. Moskwa, yang sudah memiliki pijakan di Suriah, akan memainkan peran penting sebagai penyeimbang.

Tidak diragukan, Iran pasca-Khamenei dan Larijani adalah Iran yang berbeda. Negara yang menjadi republik Islam, kini sedang bertransformasi menjadi sebuah negara militer dengan simbol-simbol agama.

Mojtaba mungkin memegang posisi pemimpin tertinggi, namun, siapa yang memegang kendali sepenuhnya di Iran? Dan, jawabannya, saat ini, tampaknya di tangan para jenderal Garda Revolusi.

Sejauh ini, Garda Revolusi memang cukup berhasil melawan Israel-AS, namun cepat atau lambat mungkin Iran sedang menuju kehancuran. Pungkasannya, masa depan Iran, hemat penulis, tergantung pada gaya kepemimpinan Garda Revolusi pada masa perang yang akan menentukan eksistensi peradaban Iran berikutnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Rekomendasi
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved