Kesiapan Karakter Pemuda Ketika Dunia Bergolak

Senin, 30 Maret 2026 - 13:13 WIB
loading...
A A A
Indonesia memang tidak berada dalam situasi perang. Namun tantangan yang dihadapi tidak kalah kompleks. Saat ini masalah yang muncul adalah ketimpangan sosial, polarisasi politik, rendahnya literasi, hingga krisis kepercayaan publik. Dalam konteks ini, pertanyaannya menjadi relevan, apakah pemuda kita cukup tangguh untuk bertahan, atau justru mudah goyah?

Tiga Karakter Sering Dibicarakan, Tetapi Jarang Dihidupkan
Banyak kajian menunjukkan bahwa masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas karakter generasi mudanya. Setidaknya, terdapat tiga karakter kunci yang berulang kali disebut dalam berbagai literatur yaitu patriotik, gigih, dan empati. Masalahnya, ketiganya sering berhenti pada sebatas wacana dan bukan dipraktikkan dengan benar pada tataran yang berbeda.

Karakter patriotik yang ditemukan sekarang cenderung lebih kepada antara cinta dan kekecewaan. Patriotik dipahami secara dangkal yaitu terbatas sebagai rasa cinta tanah air. Namun dalam realitas sosial, patriotik justru diuji ketika seseorang berhadapan dengan kekecewaan terhadap negaranya sendiri. Dalam perspektif sosiologis, patirotik atau patriotisme tidak tumbuh dari retorika, melainkan dari tindakan sehari-hari. Tindakan sehari-hari yang kasat mata antara lain bekerja dengan jujur, mematuhi aturan, dan tetap berkontribusi meskipun tidak selalu dihargai.

Di sinilah dilema generasi muda muncul. Mereka hidup dalam arus informasi yang terbuka, melihat berbagai ketimpangan dan inkonsistensi, lalu dihadapkan pada pilihan yaitu tetap peduli atau menjadi apatis. Patriotisme sejati tidak menuntut seseorang untuk menutup mata terhadap kekurangan negara, tetapi memilih untuk tetap terlibat ketika banyak orang memilih menjauh.

Karakter gigih muncul ketika semua ingin serba cepat di era yang memanjakan kecepatan. Segala sesuatu dapat diperoleh secara instan termasuk informasi, hiburan, bahkan pengakuan sosial. Namun dibalik itu ada sesuatu yang perlahan hilang yaitu daya tahan.

Konsep grit yang diperkenalkan oleh Angela Duckworth (2016) menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang lebih ditentukan oleh ketekunan dibandingkan bakat semata. Individu yang gigih mampu bertahan dalam proses panjang, menghadapi kegagalan, dan tetap fokus pada tujuan.

Sayangnya, dalam konteks sosial yang disaksikan justru gejala sebaliknya. Pemuda malah mudah terprovokasi, cepat putus asa, dan cenderung mencari jalan pintas. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, yang melemah bukan hanya individu, tetapi juga ketahanan sosial secara keseluruhan. Pemuda yang gigih bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang tidak berhenti ketika gagal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hidupkan Semangat Kongres...
Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved