Kesiapan Karakter Pemuda Ketika Dunia Bergolak

Senin, 30 Maret 2026 - 13:13 WIB
loading...
A A A
Karakter empati tampaknya menjadi nilai yang hilang di tengah kompetisi. Indonesia dibangun di atas keberagaman yang seharusnya menumbuhkan empati sebagai potensi untuk menghindari konflik yang tidak pernah selesai. Tetapi yang ditemukan saat ini justru tidak selaras dengan hal tersebut. Pemuda masa depan dituntut untuk mampu bersaing tanpa kehilangan kepedulian dalam wujud sebuah keseimbangan yang memang tidak mudah, tetapi mutlak diperlukan.

Dalam kajian psikologi sosial, empati merupakan kemampuan memahami perspektif orang lain. Empati menjadi sebuah prasyarat bagi terciptanya kepercayaan dan kerja sama. Tanpa empati, perbedaan mudah berubah menjadi kecurigaan. Laporan OECD (2023) menegaskan bahwa keterampilan sosial-emosional, termasuk empati, menjadi faktor kunci dalam menjaga kohesi masyarakat di era modern. Ironisnya, di tengah kompetisi yang semakin ketat, empati justru sering dianggap sebagai kelemahan. Padahal, tanpa empati, kemajuan justru berisiko melahirkan keterasingan sosial.

Menuntut Peran Negara dan Pendidikan
Karakter tidak terbentuk dalam ruang hampa tetapi ia tumbuh dari lingkungan, pengalaman, dan keteladanan. Namun realitas menunjukkan bahwa sistem pendidikan masih terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif. Nilai, ujian, dan capaian akademik cenderung masih dijadikan ukuran utama, sementara pembentukan karakter seringkali bersifat implisit dan tidak terukur. Di sisi lain, kebijakan publik yang tidak konsisten justru dapat melemahkan kepercayaan masyarakat. Padahal, kepercayaan merupakan sebuah elemen penting dalam pembentukan karakter kolektif.

Dalam teori pembelajaran sosial, Albert Bandura (1986) menegaskan bahwa manusia belajar melalui observasi, terutama terhadap figur yang dianggap memiliki otoritas. Artinya, keteladanan pemimpin bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor utama. Tanpa keteladanan, pendidikan karakter hanya akan menjadi slogan.

Harus diketahui bahwa dunia ke depan tidak akan menjadi lebih sederhana. Ketidakpastian justru akan menjadi keniscayaan. Dalam situasi seperti itu, bangsa yang mampu bertahan bukanlah yang paling kaya atau paling canggih, tetapi yang memiliki karakter paling kuat.

Pada akhirnya, pertanyaannya kembali sederhana tetapi mendasar: ketika dunia benar-benar tidak stabil, apakah pemuda kita akan tetap berdiri atau ikut runtuh bersama keadaan? Jawaban atas pertanyaan ini tidak ditentukan oleh masa depan, tetapi oleh apa yang kita lakukan hari ini.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Rekomendasi
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Berita Terkini
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved