Garis Depan Tak Terlihat: Perang Algoritmik dan Kehancuran Atas Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:34 WIB
loading...
A A A
Para psikolog sosial telah lama mendokumentasikan apa yang disebut moral disengagement; suatu mekanisme kognitif yang memungkinkan manusia melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilainya sendiri dengan cara menjarakkan diri dari konsekuensinya.

Drone adalah infrastruktur fisik dari moral disengagement tersebut. Operator duduk di kursi ergonomis, di ruangan ber-AC, ribuan kilometer dari ledakan yang ia picu.

Tidak ada bau mesiu. Tidak ada teriakan. Tidak ada tatapan mata korban. Hanya koordinat, konfirmasi, dan layar yang kembali ke posisi standby.

Ketika kekerasan semudah menekan tombol confirm, hambatan psikologis untuk melakukannya runtuh drastis. Dan ketika hambatan itu runtuh, eskalasi menjadi jauh lebih mudah diizinkan.

Perang Senyap yang Membungkam Opini Publik


Ada dimensi komunikasi politik dari semua ini yang jarang dibahas secara terbuka: perang algoritmik dirancang untuk meminimalkan reaksi publik. Perang konvensional menghasilkan gambar.

Gambar menghasilkan kemarahan. Kemarahan menghasilkan tekanan politik. Itulah mengapa foto-foto dari Vietnam mempercepat berakhirnya keterlibatan Amerika. Itulah mengapa liputan langsung dari Sarajevo menggerakkan opini dunia.

Perang drone tidak menghasilkan gambar semacam itu - setidaknya tidak dari sisi penyerang. Tidak ada peti mati tentara yang diturunkan di bandara. Tidak ada keluarga yang menangis di depan kamera. Tidak ada biaya manusiawi yang terlihat.

Yang ada hanya laporan operasional, pernyataan resmi tentang "target yang berhasil dinetralisir," dan siklus berita yang berganti topik dalam 24 jam.

Sementara itu, di sisi yang diserang muncul yang disebut precision sabotage; serangan drone terhadap infrastruktur pertahanan dan instalasi strategis dirancang untuk tetap berada di bawah ambang batas yang akan memicu peliputan besar-besaran. Cukup untuk melemahkan.

Terlalu halus untuk disebut perang. Ini adalah strategi komunikasi sekaligus strategi militer: kendali narasi dengan cara tidak memberi narasi sama sekali.

Dalam lanskap informasi yang sudah terfragmentasi oleh algoritma media sosial, strategi ini bekerja dengan sangat efektif. Kita tidak marah karena kita tidak tahu. Kita tidak tahu karena memang dirancang agar kita tidak tahu.

Warfare of Algorithms: Siapa yang Memiliki Perang Ini?


Warfare of algorithms, yang saya sebut pertarungan antara sistem teknologi yang saling bersaing secara telak memperlihatkan bahwa perang modern pada dasarnya adalah masalah ketimpangan struktural yang dipersenjatai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Imbas Selat Hormuz Ditutup,...
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved