WFH Jumat: Solusi Krisis Energi atau Sekadar Ilusi ‘Long Weekend’?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:17 WIB
loading...
WFH Jumat: Solusi Krisis...
Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Foto/Istimewa
A A A
Faozan Amar
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA

RENCANA pemerintah menerapkan work from home (WFH) pada hari Jumat, menandai babak baru strategi efisiensi energi nasional. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang tak menentu akibat tekanan global dan beban subsidi energi yang kian menghimpit APBN, kebijakan WFH muncul sebagai instrumen "jalan pintas", dinilai efektif, murah, dan mudah direplikasi secara masif.

Secara kalkulasi ekonomi, langkah ini memiliki rasionalitas. Sektor transportasi konsumen energi terbesar yang menyumbang lebih dari 44% energi nasional (BPS, 2023). Dengan membatasi mobilitas, pemerintah memproyeksikan penghematan BBM mencapai 20%. Sebuah angka yang sangat signifikan bagi upaya menjaga ketahanan devisa dan stabilitas energi nasional.

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang menggelitik kesadaran publik: Apakah efisiensi energi ini harus dibayar mahal dengan degradasi produktivitas nasional? Ataukah WFH Jumat hanyalah sebuah "kamuflase" kebijakan untuk memperpanjang masa long weekend bagi para aparatur dan pekerja?

Dilema Produktivitas di Era Digital


Dalam perspektif manajemen strategik, kebijakan ini merupakan manifestasi dari demand-side management, sebuah upaya mengendalikan konsumsi energi langsung dari sisi pengguna. International Energy Agency (IEA) dalam World Energy Outlook 2023 menegaskan; perubahan perilaku manusia, termasuk transisi menuju kerja jarak jauh, adalah strategi low-cost dengan dampak masif terhadap penurunan emisi karbon dan efisiensi konsumsi energi global.

Namun, efektivitas WFH tidak terjadi di ruang hampa. Ada risiko "pedang bermata dua" yang menyertainya. Studi dari Stanford University (2020) sempat mencatat adanya peningkatan produktivitas individu hingga 13% pada pola kerja jarak jauh. Tetapi, riset yang sama tahun 2022 dari lembaga tersebut memberikan peringatan keras: kerja jarak jauh yang tidak terkelola dengan sistem yang rigid dapat menurunkan kualitas kolaborasi tim dan kreativitas hingga 10-20%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Rekomendasi
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 20 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved