Usman Hamid Desak DPR Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Kasus Andrie Yunus

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:33 WIB
loading...
Usman Hamid Desak DPR...
Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesar DPR RI membentuk tim pencari fakta untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus . Menurutnya, Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI bisa membentuk TPF.

Hal itu diungkapkan Usman dalam webinar bertajuk "Dari UU TNI ke Air Keras: Menguak Dalang dan Jaringan Kekuasaan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus", Rabu (25/3/2026). Menurutnya, hal serupa pernah dilakukan parlemen saat mengusut kasus pembunuhan Munir Said Thalib.

"Dalam kasus pembunuhan Munir, DPR RI membentuk tim pencari fakta yang terdiri dari Komisi I dan Komisi III. Komisi I membidangi intelijen dan Komisi III membidangi masalah penegakan hukum dan HAM," ujar Usman.

Baca Juga: KABAIS TNI Dicopot Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Usman menilai, insiden penyiraman air keras terhadap Andrie bisa diusut oleh DPR RI melalui tim pencari fakta. "Oleh karena itu, kita harus serukan juga DPR membentuk tim pencari fakta yang terpisah dari tim pencari fakta Presiden, sehingga masyarakat memperoleh kebenaran yang sebenar-benarnya," tegas Usman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Menghormati Putusan,...
Menghormati Putusan, Mengawal Keadilan: Membaca Kasus Andrie Yunus dari Perspektif Hukum, Politik, dan Militer
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved