Imajinasi Mudik ke Jakarta

Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:51 WIB
loading...
A A A

Kota sebagai Imajinasi Puncak


Berbicara tentang Mudik ke Jakarta berarti menyiratkan bahwa kota adalah tujuan akhir kehidupan. Jakarta menjadi horizon imajinasi nasional: tempat di mana mobilitas sosial dimungkinkan, dan karenanya, tempat di mana makna hidup seolah-olah disempurnakan.

Implikasinya serius. Desa tidak lagi dibayangkan sebagai ruang kehidupan yang layak dipertahankan, tetapi sebagai ruang yang wajar untuk ditinggalkan.

Padahal, seperti dicatat oleh sosiolog Craig Calhoun (2003), identitas terbentuk dari relasi konkret—keluarga, komunitas, sejarah bersama. Justru elemen-elemen inilah yang masih relatif terjaga di desa, dan semakin rapuh di kota besar.

Jakarta memang menawarkan peluang, tetapi jarang menawarkan rasa memiliki. Ia menarik jutaan orang, namun sering gagal menjadi “rumah” identitas warganya.

Kebijakan yang Membentuk Imajinasi


Pernyataan Mudik ke Jakarta tidak lahir dari ruang kosong. Ia merupakan produk dari struktur kebijakan yang selama puluhan tahun memusatkan investasi, infrastruktur, dan peluang di Jakarta.

Data menunjukkan ketimpangan itu nyata: PDB per kapita Jakarta mencapai sekitar Rp344 juta, sementara di Nusa Tenggara Timur hanya sekitar Rp34,4 juta. Kesenjangan ini bukan sekadar angka, tetapi membentuk arah migrasi, bahkan cara orang membayangkan masa depan.

Dalam konteks ini, apa yang disampaikan Pramono Anung justru memperkuat logika lama: bahwa pusat adalah segalanya, dan pinggiran hanyalah pelengkap. Migrasi bukan sebagai pilihan bebas, melainkan konsekuensi dari ketimpangan yang diproduksi secara sistemik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Kemenag Sebut Masyarakat...
Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Kemenag Catat 3,5 Juta...
Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rekomendasi
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Berita Terkini
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved