Saat Timur Tengah Retak, Modal Mencari Rumah Baru

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:04 WIB
loading...
A A A
Kedua, kepastian pasokan listrik dan konektivitas data harus diperlakukan sebagai agenda investasi inti, bukan urusan sambilan. Ketiga, reformasi tata kelola pasar keuangan harus dipercepat, karena modal digital global datang membawa due diligence, bukan doa.

Ada satu ironi yang menarik. Krisis minyak memang bisa memperlambat ekonomi, menekan fiskal, dan membuat semua orang lebih murung. Tetapi justru dalam momen seperti itu kualitas strategi nasional diuji. Negara yang hanya sibuk memadamkan api akan kelelahan.

Negara yang mampu memadamkan api sambil menata ulang ruang tamunya akan menyambut tamu baru ketika debu perang turun. Indonesia punya modal untuk itu: pasar besar, posisi geostrategis, dorongan hilirisasi, agenda AI yang mulai dibentuk, dan sovereign fund yang sudah membaca arah angin. Yang belum selalu ada adalah konsistensi eksekusi. Nah, setan kecilnya memang di situ.

Jadi, dari perang ini Indonesia memang lebih dulu merasakan risikonya lewat minyak, kurs, dan logistik. Tetapi berhenti di sana adalah cara berpikir korban. Cara berpikir negara yang matang adalah ini: menahan pukulan jangka pendek, lalu merebut perpindahan modal jangka menengah.

Timur Tengah yang memanas sedang mengajari pasar satu pelajaran lama: uang selalu mencari pelabuhan yang lebih tenang. Pertanyaannya bukan apakah modal akan bergerak. Pertanyaannya: apakah Indonesia sudah cukup rapi untuk menjadi rumah, bukan sekadar tempat transit?
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Rekomendasi
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved