Mengukur Kerentanan Akibat Penutupan Selat Hormuz dan Kapasitas Mitigasi

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Cadangan ini memberikan ruang bagi negara-negara tersebut untuk menyerap goncangan pasokan jangka pendek. Namun, negara yang memiliki cadangan terbatas akan menghadapi tekanan lebih cepat terhadap harga domestik dan stabilitas ekonomi.

Dalam konteks ini, posisi Indonesia relatif berbeda dibandingkan banyak negara Asia lainnya. Berbeda dengan Jepang atau Korea Selatan, sumber impor minyak Indonesia relatif lebih terdiversifikasi.

Data perdagangan energi menunjukkan bahwa pemasok utama minyak mentah Indonesia justru berasal dari Afrika Barat, terutama Nigeria (sekitar 26%) dan Angola (sekitar 21%). Sementara itu, impor dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz, hanya sekitar 20–25% dari total impor minyak Indonesia (ESDM, 2024).

Dengan struktur seperti ini, Indonesia secara relatif tidak terlalu rentan terhadap gangguan fisik pasokan dari Hormuz. Namun, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia kebal terhadap krisis energi di kawasan Teluk.

Kerentanan Indonesia justru terletak pada transmisi harga minyak global ke dalam struktur ekonomi domestik. Gangguan pasokan global hampir selalu diikuti oleh lonjakan harga minyak internasional. Kenaikan ini dengan cepat diterjemahkan menjadi tekanan terhadap harga BBM domestik, baik melalui mekanisme pasar maupun melalui peningkatan beban subsidi energi dalam anggaran negara.

Dampak berikutnya muncul pada sektor-sektor ekonomi yang paling sensitif terhadap harga minyak. Dalam struktur konsumsi energi Indonesia, sektor transportasi menyerap sekitar 45–50% konsumsi minyak nasional, menjadikannya pengguna terbesar. Sektor industri menyerap sekitar 25–30%, sementara rumah tangga sekitar 10–15% (ESDM, 2024).

Artinya, goncangan harga minyak hampir selalu pertama kali muncul dalam bentuk kenaikan biaya transportasi, yang kemudian menyebar ke sektor produksi dan distribusi. Jika dilihat dari struktur ekonomi nasional, beberapa sektor memiliki keterpaparan signifikan terhadap kenaikan biaya energi.

Industri manufaktur menyumbang sekitar 18,7% PDB Indonesia, menjadikannya kontributor terbesar ekonomi nasional. Perdagangan menyumbang sekitar 12,9%, pertanian 12,5%, pertambangan 10,5%, dan transportasi sekitar 5,9% (BPS, 2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Rekomendasi
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved