Mengukur Kerentanan Akibat Penutupan Selat Hormuz dan Kapasitas Mitigasi

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Jika digabungkan, maka sektor-sektor yang sangat sensitif terhadap biaya energi mencakup sekitar 60% dari total PDB Indonesia. Dengan demikian, implikasinya cukup jelas. Gangguan serius di Selat Hormuz kemungkinan tidak akan langsung memotong pasokan energi Indonesia, tetapi akan memicu goncangan harga energi global yang kemudian menyebar ke dalam ekonomi domestik melalui rantai biaya produksi.

Dalam simulasi sederhana, jika sektor-sektor yang sensitif terhadap energi mengalami kontraksi sekitar 5% akibat kenaikan biaya energi, potensi dampaknya terhadap ekonomi nasional dapat mencapai sekitar 3% dari PDB. Namun, jika dihitung hanya dari keterpaparan langsung terhadap impor yang melewati Hormuz, dampak langsungnya jauh lebih kecil, sekitar 0,5–0,7% PDB.

Secara geografis, transmisi goncangan tersebut juga tidak merata. Pulau Jawa, sebagai pusat manufaktur nasional, kemungkinan menjadi wilayah paling sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Sumatera akan merasakan tekanan melalui sektor refinery dan logistik energi, Kalimantan melalui aktivitas pertambangan dan transportasi komoditas, sementara Sulawesi melalui industri pengolahan logam berbasis nikel.

Bagi sektor swasta, pelajaran dari kerentanan ini cukup jelas. Risiko energi global tidak selalu muncul dalam bentuk gangguan pasokan langsung, tetapi sering kali datang melalui volatilitas harga yang cepat menyebar ke seluruh struktur biaya ekonomi.

Dalam situasi seperti ini, ketahanan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi operasional, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan mengelola risiko energi, melalui diversifikasi rantai pasok, efisiensi energi, serta strategi lindung nilai terhadap fluktuasi harga komoditas.

Dalam ekonomi yang semakin terintegrasi dengan pasar global, stabilitas energi bukan hanya isu kebijakan publik, tetapi juga variabel strategis dalam keberlanjutan bisnis nasional.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Rekomendasi
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved