Penasihat Ahli Kapolri Ajak Publik Berikan Informasi terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:13 WIB
loading...
Penasihat Ahli Kapolri...
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal usai melakukan kegiatan podcast di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Foto: Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan teror tersebut diduga sebagai bentuk balas dendam kepada korban.

Pakar Hukum Kepolisian dan Kriminologi Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan mengatakan bahwa dilihat dari sudut kriminologi, tindakan pelaku menyiram air keras kepada korban bukan tujuan mematikan tapi agar korban menderita.

Saat ini, sebanyak 86 titik kamera pengawas CCTV diteliti aparat penegak hukum, beberapa di antaranya wajah pelaku terlihat agak jelas. Namun, wajah ini berbeda jauh dengan wajah produk Artificial Intelligence (AI) yang diduga disebar komplotan pelaku.

Baca juga: Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo: Ada Surat Perintah 11 Maret 2026



Foto wajah pelaku kini tengah disempurnakan polisi menggunakan teknologi agar wajahnya terlihat sempurna sesuai dengan wajah asli pelakunya. “Kami melihat ada upaya dari kelompok pelaku menyebar foto hasil AI untuk tujuan menyesatkan. Kejanggalan ini sudah terdeteksi penyidik kepolisian," katanya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Menurut Edi, apa yang dilakukan pelaku justru akan memudahkan penyidik Polri mendeteksi siapa sebenarnya pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Faktanya setiap bukti digital itu tidak bisa hilang dan pada akhirnya akan memberikan petunjuk siapa pelaku yang sebenarnya.

"Teori kriminologi menyebutkan tidak ada kejahatan yang sempurna. Pelaku pasti meninggalkan jejak," kata Dosen Kriminologi dan Viktimologi ini.

Atas berbagai temuan dan kejanggalan tersebut, Edi optimistis kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini akan segera terungkap. "Kami meyakini penyidik Polda Metro Jaya sangat profesional. Kita yakin polisi sudah menemukan titik terang," kata penulis Buku-buku Hukum Kepolisian dan Kriminologi ini.

Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini yakin kasus ini akan semakin cepat terungkap bila masyarakat banyak berpatisipasi memberikan informasi. "Kami ajak masyarakat ikut berpartisipasi memberikan informasi. Sekecil apa pun informasinya sangat berharga untuk kepolisian," ucapnya.

Penasihat Ahli Kapolri menambahkan, orang yang menyampaikan informasi pasti akan mendapatksn perlindungan penuh dari kepolisian. Soal kenapa pelaku menggunakan air keras dalam teror, Edi menilai dari sudut viktimologi alasan pengunaan air keras lebih kepada agar korban mengalami luka fisik permanen dan korban akan mengalami trauma fisikologi berat.

Maka kasus seperti ini sering disebut sebagai violent crime karena dampaknya menimbulkan viktimisasi tinggi. "Dalam ilmu kriminologi penggunaan air keras adalah bentuk simbol balas dendam yang ekstrem karena menimbulkan cacat permanen dan memberi dampak penderitan panjang," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Rekomendasi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ruben Onsu Gugat Hak...
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Tiga Anak, Nama Betrand Peto Ikut Dicantumkan
Ruben Onsu Bikin Pangling...
Ruben Onsu Bikin Pangling dengan Tampil Brewok Sepulang Umrah
Berita Terkini
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Kejagung Ajukan Banding...
Kejagung Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Peradi Profesional Sebut...
Peradi Profesional Sebut Peran Penting Advokat Menjaga Kualitas Sistem Peradilan
Kejagung Ungkap Kolonel...
Kejagung Ungkap Kolonel CPL BU Diduga Terlibat Kasus Tata Kelola MBG
Infografis
Jerman Ogah Berikan...
Jerman Ogah Berikan Tank Tempur Leopard 2 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved