Habermas dan Kenangan Ruang Diskusi Mahasiswa
Senin, 16 Maret 2026 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, bagi mereka yang pernah mengalami diskusi mahasiswa di 1990-an, Habermas bukan hanya teori. Ia juga meninggalkan tradisi membaca, berdiskusi, dan berdebat yang kini semakin langka. Di tengah dunia yang dipenuhi percakapan publik dangkal, gagasannya tentang dialog rasional tetap relevan. Ia mengingatkan bahwa demokrasi hanya dapat bertahan jika warga bersedia mendengarkan argumen yang lebih baik dan menghargai rasionalitas, bukan emosi atau kekuasaan semata.
Ketika Habermas berpulang, kita tidak hanya kehilangan seorang filsuf besar Eropa. Kita juga kehilangan bagian dari tradisi intelektual yang percaya bahwa percakapan rasional, diskusi kritis, dan keberanian mempertahankan argumen adalah inti dari demokrasi yang hidup. Bagi generasi mahasiswa yang pernah menghidupkan ruang diskusi kampus, Habermas akan selalu hadir sebagai suara yang menegaskan bahwa demokrasi dimulai dari keberanian berdialog, menantang kekuasaan dengan argumen, dan percaya bahwa ide yang baik dapat mengubah dunia.
Ketika Habermas berpulang, kita tidak hanya kehilangan seorang filsuf besar Eropa. Kita juga kehilangan bagian dari tradisi intelektual yang percaya bahwa percakapan rasional, diskusi kritis, dan keberanian mempertahankan argumen adalah inti dari demokrasi yang hidup. Bagi generasi mahasiswa yang pernah menghidupkan ruang diskusi kampus, Habermas akan selalu hadir sebagai suara yang menegaskan bahwa demokrasi dimulai dari keberanian berdialog, menantang kekuasaan dengan argumen, dan percaya bahwa ide yang baik dapat mengubah dunia.
(zik)
Lihat Juga :