Menag Tak Setuju Gerakan Boikot Produk Pro-Israel dan AS: Umat Islam Rugi Dobel, di Sana Dibantai di Sini di-PHK
Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Imam besar Masjid Istiqlal itu pun menilai, gerakan boikot bukan jadi solusi penyelesaian. Untuk itu, Nasaruddin prihatin dengan adanya gerakan boikot produk pro-Israel dan AS.
"Saya orang yang termasuk prihatin dengan konsep-konsep boikot ini. Saya tahu persis apa yang sedang terjadi di sana. Boikot itu bukan jalan keluar untuk mengatasi persoalan besar yang ada di situ," tutur Nasaruddin.
Baca juga: Boikot Produk Terafiliasi Israel Meluas, Apa Efeknya buat Ekonomi?
"Buktinya tetangga-tetangga Israel sendiri, ke Mesir, ke Lebanon, di mana-mana ada McDonald's. Masa kita di sini jauhi tapi. Kita rugi dobel kan, saya sampaikan, di sana kita dibantai, di sini kita di-PHK," imbuhnya.
Menurutnya, lebih dari 3 ribu pegawai makanan cepat saji di Indonesia terkena PHK akibat adanya gerakan boikot produk pro-Israel dan AS. "Loh, ini berarti umat Islam dua kali rugi. Di sana dibantai, di sini di-PHK. Yang untung siapa?" tanya Nasaruddin.
"Saya orang yang termasuk prihatin dengan konsep-konsep boikot ini. Saya tahu persis apa yang sedang terjadi di sana. Boikot itu bukan jalan keluar untuk mengatasi persoalan besar yang ada di situ," tutur Nasaruddin.
Baca juga: Boikot Produk Terafiliasi Israel Meluas, Apa Efeknya buat Ekonomi?
"Buktinya tetangga-tetangga Israel sendiri, ke Mesir, ke Lebanon, di mana-mana ada McDonald's. Masa kita di sini jauhi tapi. Kita rugi dobel kan, saya sampaikan, di sana kita dibantai, di sini kita di-PHK," imbuhnya.
Menurutnya, lebih dari 3 ribu pegawai makanan cepat saji di Indonesia terkena PHK akibat adanya gerakan boikot produk pro-Israel dan AS. "Loh, ini berarti umat Islam dua kali rugi. Di sana dibantai, di sini di-PHK. Yang untung siapa?" tanya Nasaruddin.
Lihat Juga :