Ungkap Seluruh Pangkalan Amerika di Timteng Hancur, Pakar Strategi PPAU: Iran Sulit Dikalahkan
Jum'at, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau tadinya ngirim 15 rudal, drone-nya 10 namanya asimetris, sekarang dia cukup ngirim satu atau dua rudal pasti masuk. Lebih irit sekarang. Jadi Iran menghabisi lawan pada perang pertama, kedua, dan ketiga dengan mengirimkan banyak rudal dan drone. Drone seharga 20.000 Dollar dan rudal jelajah seharga 500 ribu Dollar itu sanggong dengan dua hingga tiga rudal patriot seharga 4 juta Dollar. Negara sebesar Amerika pun itu sangat boros,” katanya.
Alumni US Air War College menyebut pada hari pertama perang, Kuwait kehabisan rudal pencegat patriot. Bahkan sampai menggunakan rudal di era perang Teluk pada 1991.
Lihat video: Ngeri! Detik-Detik Peluncuran Masif Rudal Balistik Iran Fase 40
”Radar untuk mendeteksi rudal balistik jarak jauh, di seluruh dunia hanya ada 8 unit, sebanyak 4 di antaranya ada di Timur Tengah, keempat-empatnya itu dihancurkan. Satelit BeiDou bantuan dari China sangat ampuh. Jadi tidak hanya mengirim GPS tapi juga data dan informasi, sehingga rudal-rudal jarak jauh masih bisa dikendalikan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, paska latihan militer bersama dengan Iran pada bulan lalu, kata dia, China tidak kembali tetapi menyiagakan lima kapal perang modern terdiri atas tiga kapal destroyer, satu kapal perusak, dan satu kapal suplai logistik. “Ada di situ, mengawal tangker China, radarnya AESA yang bisa menangkap pesawat siluman, nongkrong di sana. Enggak ada diberitakan?,” ujarnya.
Mantan penerbang pesawat tempur F-16 ini menyebut saat ini, seluruh pangkalan Amerika Serikat yang dibangun mulai perang dingin yang membuat Amerika hegemoni di Timur Tengah itu hancur.
Alumni US Air War College menyebut pada hari pertama perang, Kuwait kehabisan rudal pencegat patriot. Bahkan sampai menggunakan rudal di era perang Teluk pada 1991.
Lihat video: Ngeri! Detik-Detik Peluncuran Masif Rudal Balistik Iran Fase 40
”Radar untuk mendeteksi rudal balistik jarak jauh, di seluruh dunia hanya ada 8 unit, sebanyak 4 di antaranya ada di Timur Tengah, keempat-empatnya itu dihancurkan. Satelit BeiDou bantuan dari China sangat ampuh. Jadi tidak hanya mengirim GPS tapi juga data dan informasi, sehingga rudal-rudal jarak jauh masih bisa dikendalikan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, paska latihan militer bersama dengan Iran pada bulan lalu, kata dia, China tidak kembali tetapi menyiagakan lima kapal perang modern terdiri atas tiga kapal destroyer, satu kapal perusak, dan satu kapal suplai logistik. “Ada di situ, mengawal tangker China, radarnya AESA yang bisa menangkap pesawat siluman, nongkrong di sana. Enggak ada diberitakan?,” ujarnya.
Mantan penerbang pesawat tempur F-16 ini menyebut saat ini, seluruh pangkalan Amerika Serikat yang dibangun mulai perang dingin yang membuat Amerika hegemoni di Timur Tengah itu hancur.
Lihat Juga :