Ungkap Seluruh Pangkalan Amerika di Timteng Hancur, Pakar Strategi PPAU: Iran Sulit Dikalahkan
Jum'at, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB
loading...
Pakar Strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati mengatakan, Iran sulit untuk dikalahkan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Hal ini menandakan Iran sulit untuk dikalahkan.
Hal itu sampaikan Pakar Strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati dalam Podcast To The Po!nt Aja SindoNews, pada Jumat (13/3/2026).
“Iran terlalu besar untuk dikalahkan dan dianggap remeh. Secara militer habis, untuk tactical output 90% punya Iran selesai, yang lain hanya nyalakan kalau perlu saja, semua mati atau hancur. Tetapi di sisi lain, kemampuan serangnya Iran tidak pernah berkurang,” ujarnya.
Baca juga: Iran Sebut Pesawat KC-135 Amerika Ditembak Jatuh Sistem Rudal, Tepis Klaim AS
Sebaliknya, kemampuan pertahanan Amerika dan Israel semakin berkurang. Awalnya mampu menjatuhkan 70% dari serangan Iran, lama-lama 50% dan kini hanya 15%. Artinya, kini Iran tidak perlu mengirim banyak rudal untuk menyerang.
Hal itu sampaikan Pakar Strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati dalam Podcast To The Po!nt Aja SindoNews, pada Jumat (13/3/2026).
“Iran terlalu besar untuk dikalahkan dan dianggap remeh. Secara militer habis, untuk tactical output 90% punya Iran selesai, yang lain hanya nyalakan kalau perlu saja, semua mati atau hancur. Tetapi di sisi lain, kemampuan serangnya Iran tidak pernah berkurang,” ujarnya.
Baca juga: Iran Sebut Pesawat KC-135 Amerika Ditembak Jatuh Sistem Rudal, Tepis Klaim AS
Sebaliknya, kemampuan pertahanan Amerika dan Israel semakin berkurang. Awalnya mampu menjatuhkan 70% dari serangan Iran, lama-lama 50% dan kini hanya 15%. Artinya, kini Iran tidak perlu mengirim banyak rudal untuk menyerang.
Lihat Juga :