Ketika Kebenaran Didamaikan

Jum'at, 13 Maret 2026 - 01:48 WIB
loading...
A A A
Dalam kondisi seperti itu, perdebatan publik kehilangan fondasi bersama. Setiap kelompok merasa memegang kebenaran, sementara pihak lain dipandang sebagai penyebar kebohongan. Perdebatan tidak lagi menjadi ruang pertukaran argumen rasional, melainkan berubah menjadi pertarungan legitimasi.

Filsuf politik Michael Hannon (2023) menunjukkan bahwa fenomena ini bukan berarti masyarakat berhenti peduli pada kebenaran. Justru sebaliknya. Hampir semua orang yakin bahwa merekalah yang mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Konflik epistemik muncul bukan karena kebenaran ditinggalkan, melainkan karena setiap pihak mengklaim memilikinya.

Dalam situasi seperti ini, polemik mengenai dokumen akademik seorang presiden dengan mudah melampaui batas persoalan administratif. Ia berubah menjadi konflik kepercayaan (trust). Sebagian masyarakat mempercayai klaim yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut.

Sebagian lain menaruh kepercayaan pada institusi negara yang menyatakan bahwa dokumen itu sah. Ketika kepercayaan terhadap lembaga publik melemah, otoritas yang menentukan kebenaran pun ikut dipertanyakan.

Akibatnya, persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui verifikasi akademik atau administratif bergeser menjadi konflik narasi di ruang publik. Yang dipertarungkan bukan hanya fakta, tetapi juga legitimasi pihak yang dianggap berhak menyatakan fakta tersebut.

Namun di sinilah paradoksnya, restorative justice tampak menawarkan jalan keluar yang menenangkan. Mediasi dapat meredakan ketegangan sosial yang telah berlangsung lama dan membuka ruang bagi rekonsiliasi.

Paradoks Perdamaian


Namun perdamaian tidak selalu identik dengan penyelesaian masalah. Dalam perkara yang menyangkut kebenaran faktual, perdamaian justru berisiko menimbulkan paradoks. Jika konflik tentang fakta diselesaikan melalui kompromi, publik dapat menerima pesan yang berbahaya: bahwa kebenaran dapat dinegosiasikan.

Padahal demokrasi tidak dibangun di atas kompromi terhadap fakta. Demokrasi justru bertumpu pada keyakinan bahwa fakta dapat diuji secara terbuka.

Keaslian dokumen akademik seorang presiden—atau mantan presiden—bukan sekadar persoalan personal. Ia menyangkut legitimasi institusional yang menjadi bagian dari kepercayaan publik. Demokrasi hanya dapat bertahan jika fakta dapat diperiksa secara terbuka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Gugat Praperadilan...
Roy Suryo Gugat Praperadilan Lagi, Kuasa Hukum Jokowi: Tidak Logis, Statusnya Sudah Terdakwa
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Sidang Perdana Memanas!...
Sidang Perdana Memanas! Pengacara Dokter Tifa Marah Besar, Tuding Jaksa Sembunyikan Sesuatu!
Rekomendasi
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
Berita Terkini
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Infografis
4 Penyakit Ini Mengintai...
4 Penyakit Ini Mengintai ketika Musim Hujan Tiba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved