Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:39 WIB
loading...
A A A
Reuters melaporkan pemerintah menyiapkan Rp381,3 triliun untuk subsidi energi dan kompensasi pada 2026. Itu angka yang menunjukkan negara masih bekerja keras menjaga daya beli dan harga energi, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap lonjakan minyak bisa dengan cepat berubah menjadi tekanan fiskal.

Kalau harga tinggi bertahan dan rupiah melemah, pukulannya dobel: subsidi membengkak, ruang belanja menyempit. Pemerintah sendiri mengakui bahwa bila harga bertahan di kisaran US$90–92 per barel, defisit berpotensi terdorong ke sekitar 3,6 persen PDB—melewati pagar legal 3 persen. Nah, di titik inilah romantisme “negara selalu hadir” perlu dibersihkan dari gula-gula politik. Negara harus hadir, ya. Tetapi bukan dengan mensubsidi ketidakrapian kebijakan untuk selamanya.

Kita juga perlu berhenti mengulangi dongeng lama bahwa minyak mahal otomatis membuat negara untung. Itu logika setengah matang. Dalam negara importir neto minyak seperti Indonesia, kenaikan harga minyak tidak sesederhana “penerimaan naik.” Di atas kertas memang ada tambahan pendapatan dari sektor terkait energi, tetapi tagihan subsidi, kompensasi, dan tekanan kurs bisa lebih ganas.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut setiap kenaikan US$1 pada ICP berpotensi menambah defisit sekitar Rp6,8 triliun. Jadi, minyak mahal bukan karpet merah fiskal; ia lebih sering menjadi karpet berjalan menuju ruang stres anggaran. Siapa pun yang membayangkan pemerintah bisa santai menghadapi lonjakan minyak karena “toh ada windfall” tampaknya terlalu lama berdiri di depan papan presentasi dan terlalu jarang melihat sisi belanja negara.

Karena itu, keputusan untuk tidak buru-buru merevisi APBN memang tepat, tetapi itu baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan kehati-hatian tidak berubah menjadi alasan untuk menunda reformasi. Pemerintah perlu menetapkan ambang respons yang terang: berapa lama harga harus bertahan di atas asumsi, berapa besar pelemahan rupiah yang dianggap material, dan kapan realokasi belanja harus dimulai.

Tanpa ambang yang jelas, “kami masih memantau” bisa berubah dari bahasa teknokratis menjadi lagu pengantar tidur birokrasi. Pasar menyukai konsistensi, tetapi lebih menyukai konsistensi yang punya aturan main, bukan konsistensi yang bunyinya seperti mantra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Rekomendasi
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved