Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:39 WIB
loading...
Harga Minyak Naik, Nalar...
Perdana Wahyu Santosa, Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, Direktur Riset GREAT Institute dan CEO SAN Scientific. Foto: Istimewa
A A A
Perdana Wahyu Santosa
Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, Direktur Riset GREAT Institute dan CEO SAN Scientific

ADA kebiasaan lama di negeri kita ini, di mana setiap harga minyak melonjak, sebagian orang langsung menuntut APBN diubah, seolah anggaran negara itu semacam aplikasi ponsel yang bisa diupdate setelah menonton breaking news. Padahal APBN bukan poster promosi yang diganti tiap kali suasana pasar berubah. Ia adalah instrumen stabilisasi, bukan pengeras suara kepanikan.

Dalam konteks itu, pernyataan pemerintah bahwa APBN 2026 tidak perlu buru-buru diubah hanya karena lonjakan minyak yang masih bersifat sesaat justru menunjukkan satu hal yang mulai langka: akal sehat fiskal. APBN 2026 disusun dengan asumsi ICP US$70 per barel, kurs Rp16.500 per dolar AS, dan target defisit 2,68 persen terhadap PDB. Meski harga minyak global sempat menembus US$100 per barel pada awal Maret akibat eskalasi geopolitik, pemerintah memilih memantau durasi guncangan lebih dulu. Itu bukan sikap lamban. Itu sikap waras.

Masalahnya, diskursus publik kita sering terlalu cepat mabuk oleh angka harian. Harga minyak naik sedikit, lalu lahirlah analisis yang bunyinya seperti sirene, padahal belum tentu ada kebakaran fiskal. Kita sering gagal membedakan antara volatilitas dan perubahan fundamental. Gejolak tiga hari diperlakukan seperti nasib setahun.

Padahal APBN dibangun di atas rata-rata, tren, dan skenario, bukan di atas hormon pasar. Bahkan menurut proyeksi Bank Dunia pada Commodity Markets Outlook Oktober 2025, harga Brent rata-rata justru diperkirakan turun ke sekitar US$60 per barel pada 2026 karena surplus pasokan global dan pelemahan permintaan. Artinya, lonjakan hari ini bisa nyata, tetapi belum tentu menetap. Menyusun perubahan APBN dari lonjakan sesaat itu seperti mengganti fondasi rumah karena angin sore. Dramatis, tetapi kurang cerdas.

Tetapi di sinilah kritik harus diarahkan dengan jujur. Mendukung kehati-hatian fiskal tidak berarti menutup mata terhadap lubang struktural kita. Indonesia tetap rentan terhadap guncangan minyak, bukan semata-mata karena harga dunia, melainkan karena desain kebijakan energi domestik masih menyisakan beban subsidi dan kompensasi yang besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Rekomendasi
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Berita Terkini
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved