Ahli Epidemi: Sesungguhnya Tak Ada Zona Hijau di Indonesia

loading...
Ahli Epidemi: Sesungguhnya Tak Ada Zona Hijau di Indonesia
Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah selama masa PSBB guna menekan penyebaran virus Covid-19 yang kasusnya terus bertambah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menekan penyebaran virus Covid-19 yang kasusnya terus bertambah.

Ahli epidemi, Pandu Riono mengatakan, selama masa pengetatan terkait PSBB, masyarakat di manapun sebaiknya berada di rumah. Menurut dia, Indonesia adalah zona merah. Oleh karena itu masyarkat harus sangat waspada dan tetap mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

"Ayo tinggal di rumah saja, selama masa pengetaan dalam PSBB di mana pun anda berada. Indonesia itu zona merah, artinya kita harus sangat waspada dan selalu pakai masker & 3M yg benar bila beraktivitas atau berinteraksi dg orang lain. Sesungguhnya, tak ada zona hijau di Indonesia," kata Pandu melalui akun Twitternya, @drpriomo1, Jumat (18/9/2020). (Baca juga: 3.635 Kasus Baru, Total 228.993 Orang Positif Corona)

Dalam cuitannya, Pandu juga menyatakan pola penyebaran virus Covid-19 didominasi dari klaster rumah tangga. Penyebaran melalui klaster rumah tangga terjadi karena adanya pembiaran dengan menerapkan isolasi mandiri.



Menurut Pandu, isolasi mandiri tidak mungkin diterapkan untuk putus penularan Covid-19. "Ini pola pandemi didominasi klaster rumah tangga (RT) terjadi di seluruh wilayah. sejak awal pandemi, kasus1,2,3 contoh klaster RT. Bisa terjadi karena ada pembiaran oleh kebijakan isolasi mandiri. Sudah diingatkan isolasi mandiri tak mungkin diterapkan untuk putus penularan," kata epidemiolog senior dari Universitas Indonesia ini.(Baca juga:Imbas Corona, 24 WNI Dipulangkan dari Suriname dan Guyana).

Seperti diberitakan sebelumnya, laju kasus virus Covid-19 di Indonesia tidak terbendung. Jumlah warga yang terinfeksi terus bertambah. Hingga Kamis 17 September 2020, tercatat sebanyak 228.993 orang terinfeksi virus asal Wuhan, China ini.
(dam)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top