Ramadan dan Pembersihan Jiwa Bangsa

Sabtu, 07 Maret 2026 - 13:24 WIB
loading...
Ramadan dan Pembersihan...
Abdul Halim, Santri Doktoral di Universitas Jyväskylä Finlandia. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Abdul Halim
Santri Doktoral di Universitas Jyväskylä Finlandia

APA perubahan mendasar yang ingin kita tuai sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat di akhir Ramadan nanti? Pertanyaan ini penting untuk diajukan agar hikmah bulan suci tak berhenti sebatas perayaan konsumeris-materialistik semata. Melainkan jauh lebih mendalam, yakni bagaimana jiwa bangsa dibersihkan dari segala bentuk anasir yang menghambat kemajuannya, seperti gejala pengelolaan keuangan negara yang mengenyampingkan prioritas pembangunan nasional untuk mencerdaskan dan menghadirkan kemakmuran rakyat.

Untuk meraih tujuan ini, Ramadan adalah momentum yang terbaik untuk berbenah. Tak dimungkiri, setiap orang menghendaki kebaikan di dalam dirinya, tak terkecuali di bulan suci Ramadan. Miskawayh, filsuf berkebangsaan Persia, seperti yang ia tulis di dalam Tahdib al-al-ahlaq (1899) dan Tartib al-sa'adat wa-manazil al-'ulum (1953), berpandangan bahwa kebaikan yang khas pada diri manusia adalah hidup bahagia di bawah bimbingan akal sehingga terbit kesadaran penuh di dalam jiwanya untuk senantiasa mendahulukan perbuatan yang baik dan mulia.

Terkait hal ini, Aristoteles menyebutnya sebagai kehidupan yang dipandu oleh aktivitas rasional berdasarkan kebajikan (aret?). Pada konteks ini, Aristoteles mengajak setiap pemimpin bangsa untuk kembali kepada jiwanya (Nicomachean Ethics, 2009).

Jiwa manusia, menurut Miskawayh, memiliki tiga fakultas yang saling bertautan. Pertama, fakultas rasional atau lazim disebut sebagai al-quwwa an-natiqa dan terletak pada otak manusia. Dengan anugerah akal budi ini, manusia bisa berpikir, memahami, dan melakukan pertimbangan yang logis sebelum mengambil keputusan terbaik guna menyikapi pelbagai realitas hidup di sekelilingnya.

Kedua, al-quwwa shahwiyya atau kemampuan jiwa yang berkenaan dengan kenikmatan inderawi-lahiriah, seperti makan, minum, dan hubungan seksual. Kemampuan ini terletak pada jantung manusia. Dengan kemampuan ini, manusia dituntut untuk melakoni perilaku hidup yang bersih dan sehat.

Ketiga, al-quwwa ghadabiyya atau kemampuan jiwa yang berkaitan dengan keberanian, harga diri, kemarahan, dan keinginan untuk mendominasi, serta pengambilan resiko. Miskawayh meletakkan kemampuan ini pada hati manusia. Dengan kemampuan ini, manusia memiliki kapasitas kontrol atau pengendalian diri.

Ketiga fakultas jiwa manusia di atas, bila bergerak di bawah bimbingan akal dan dikendalikan dengan baik, di antaranya dengan memanfaatkan momentum Ramadan, akan menumbuhkan kebajikan-kebajikan yang bermanfaat dan mengantarkannya ke pintu kebahagiaan yang sejati. Betapa tidak, apabila seseorang terbiasa berpikir logis, maka tumbuhlah kebijaksanaan (al-hikma) di dalam jiwanya.

Dengan bekal kebijaksanaan yang diperolehnya, ia sanggup melakoni hidup dengan sikap menahan diri dari segala perbuatan, perkataan, dan hasrat yang tidak pantas atau merendahkan martabat dirinya (al-‘iffah) dan memiliki keberanian (ash-shaja’ah) untuk mengambil keputusan hidup secara mandiri dan bertanggung jawab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP Catat 5.436 Pelintas...
BNPP Catat 5.436 Pelintas di 15 PLBN, Entikong Paling Padat
Prabowo Bakal Takbiran...
Prabowo Bakal Takbiran di Sumut dan Salat Idulfitri 1447 H di Aceh
Persiapan Salat Idulfitri...
Persiapan Salat Idulfitri 1447 H Kenegaraan di Masjid Istiqlal Dimatangkan, Dihadiri Presiden dan Wapres?
Kemenag Bakal Gelar...
Kemenag Bakal Gelar Pemantauan Hilal Awal Syawal 1447 H di 117 Titik, Ini Lokasinya
Di Nuzullul Quran Kosgoro...
Di Nuzullul Qur'an Kosgoro 1957, Dave: Pengabdian kepada Masyarakat Harus Terus Dilakukan
Kemenag Kawal Penyaluran...
Kemenag Kawal Penyaluran Rp473 Miliar Dana Zakat selama Ramadan
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Ramadan Penuh Makna:...
Ramadan Penuh Makna: Berbagi dan Menjaga Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved