Medan Perang AS-Israel vs Iran di Ruang Asimetris Tak Kasat Mata

Rabu, 04 Maret 2026 - 17:18 WIB
loading...
A A A
Maka, ketika konflik berulang dalam skala lebih besar melalui Operasi Epic Fury pada akhir Februari 2026, yang terjadi sesungguhnya bukan sekadar "bab baru", melainkan akselerasi dari pola lama yang menggunakan elemen kinetik, siber, dan kognitif berjalan serentak.

Paradoks paling mencengangkan dari serangan ini bukan hanya soal moralitas perang tetapi ilusi kontrol teknologi. Israel dan AS menggempur Iran dengan alasan menetralisasi ancaman milisi dan proliferasi nuklir. Namun cara yang ditempuh justru mengungkap sisi gelap peperangan abad ke-21: menang di udara tidak otomatis menang di pikiran, dan unggul teknologi tidak otomatis menghasilkan keunggulan legitimasi.

Konvergensi Perang Informasi

Untuk memahami apa yang sedang terjadi di Iran hari ini, kerangka information warfare Martin Libicki berguna karena memandang perang informasi sebagai mosaik operasi yang mengeksploitasi ruang informasi untuk menaklukkan lawan. Dalam agresi ke Teheran, mosaik itu terkonsolidasi dalam tiga kategori operasional yang saling melengkapi:

1. Hacker Warfare (Perang Peretas): Eksploitasi dan serangan terhadap arsitektur sistem sipil maupun militer musuh.

2. Psychological Warfare (Perang Psikologis): Penggunaan arus informasi untuk memanipulasi kognisi, persepsi, dan mentalitas lawan serta mengubah apa yang diyakini musuh sebagai kebenaran.

3. Economic Information Warfare: Manipulasi dan dominasi ruang informasi untuk mengontrol narasi, sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi, rantai pasok logistik, serta melemahkan sumber daya pertahanan musuh.

Peretasan Bade Saba menunjukkan indikasi perang semantik. Perang yang dilakukan terhadap kognitif tingkat tinggi, di mana yang dirusak bukanlah perangkat kerasnya, melainkan kepercayaan, rasa aman, dan interpretasi publik. Dalam perang semacam ini, ruang digital yang sakral dapat dipelintir memicu paranoia, delegitimasi, dan disonansi kognitif.

Strategi Dekapitasi Kepemimpinan dan Kontradiksinya

Puncak operasi gabungan antara serangan kognitif dan kinetik adalah operasi yang menargetkan simpul kepemimpinan tertinggi. Serangan yang dilaporkan menarget tokoh-tokoh kunci dan titik komando bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan strategi dekapitasi yang dirancang untuk mengganggu konsolidasi penerus.

Segera setelah serangan kinetik tersebut terjadi, mesin perang kognitif Israel dan AS bekerja secara simultan untuk membanjiri ruang informasi dengan berbagai narasi yang memicu kepanikan. Tujuannya adalah untuk menghalangi konsolidasi kekuatan penerus, menciptakan faksi-faksi yang saling curiga antar-elit Iran, dan memutus rantai semangat tempur dari "Poros Perlawanan" (Axis of Resistance) di seluruh Timur Tengah.

Namun, strategi dekapitasi ini menyimpan kontradiksi. Analisis ECFR menunjukkan bahwa meskipun kehilangan figur puncak, aparat keamanan Iran, terutama IRGC, segera beralih ke sistem komando dan kendali terdesentralisasi untuk kondisi perang. Sistem ini dirancang justru untuk mengantisipasi skenario dekapitasi. "Kemenangan" dalam perspektif Iran bukanlah mengalahkan AS secara simetris, karena mereka sadar kalah dalam hal persenjataan, melainkan bertahan sebagai rezim dan menguras lawan hingga titik kelelahan (point of exhaustion).

Dilema Clausewitz dalam Domain Kognitif

Dalam merespons realitas peperangan asimetris ini, pemikiran abadi Carl von Clausewitz tetap relevan: perang adalah instrumen politik. Operasi siber dan militer yang canggih, betapa pun mematikannya, hanya mampu menciptakan kondisi bagi sebuah resolusi politik; ia tidak akan pernah bisa menggantikannya secara keseluruhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Rekomendasi
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya...
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya yang Tersisa, Kisah Keluarganya Diduga Jadi Korban Santet Bikin Syok!
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Berita Terkini
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved