Pembangunan Masjid Pertama Indonesia di Swiss Kurang Dana dan Terancam Tidak Terwujud
Kamis, 26 Februari 2026 - 21:23 WIB
loading...
Bagian luar gedung yang akan dibeli untuk dibangun masjid pertama milik komunitas Islam Indonesia di Swiss. Foto/Krisna Dianta
A
A
A
BERN - Rencana pembangunan masjid pertama milik komunitas Islam Indonesia di Swiss bisa tidak terwujud. Ini terjadi setelah pengumpulan dana melalui crowd funding kurang memenuhi harapan. "Dari sekitar 1,2 juta Swiss Franch, hingga sekarang baru terkumpul 200 ribu Swiss Franch,“ tutur Youcki Nourly, Ketua Perhimpunan Kebudayaan Islam Indonesia (IIKV) di Swiss kepada SindoNews, dikutipKamis(26/2/2026).
Jika tidak terkumpul hingga akhir Maret mendatang, rencana pembangunan masjid pertama tersebut tidak akan terwujud. "Ya, akan tidak terpenuhi,“ imbuh Youcki.
Baca juga: Ada Ayam Geprek dalam Kemeriahan Pesta 17 Agustus di Swiss
Hal senada diungkapkan Desrial Anwar, Imam Masyakarat Muslim Indonesia. Dia mengimbau umat Islam Indonesia Swiss bahu membahu mengatasi kekurangan dana ini. "Waktu kita tidak banyak, tapi semua kita serahkan ke Allah,“ kata Desrial Anwar.
Ustaz Aal, begitu dia biasa dipanggil, menyatakan bahwa menyumbang pembangunan masjid sangat besar manfaatnya untuk kehidupan di akhirat. "Allah menjanjikan akan menggantikannya dengan istana nantinya,“ katanya.
Ustaz Aal mengajak umat Islam bahu membahu untuk membantu penggalangan dana untuk memuwujudkan pembangunan masjid ini.
Baca juga: Gulai Tunjang Menyambut Musim Gugur di Heidiland
Kesempatan mendirikan masjid pertama komunitas muslim Indonesia di Swiss bermula dari adanya peluang pembelian sebuah gedung di Jalan Yupiter 15b, Bern. Sejak enam bulan silam, pihak penjual menyepakati transaksi jual beli bangunan dua lantai itu.
Enam bulan waktu yang diberikan untuk menutup transaksi jual beli tersebut. Syarat lain, uang untuk pembelian tersebut harus dikumpulkan dari perorangan. "Bukan dari suatu negara atau organisasi tertentu,“ kata Youcki.
Akhir Maret ini, jika kekurangan 1 juta Swiss Franch, atau setara Rp2 miliar tidak terkumpul, maka transaksi tersebut bisa batal. Dalam situs crowfunding yang bisa diakses online, dana yang terkumpul masih jauh dari harapan.
Selama ini, masyarakat muslim Indonesia di Bern melaksanakan kegiatan keislaman dengan menyewa gedung masjid lain. "Sebenarnya inilah saatnya kita bisa memiliki gedung sendiri secara permanen,“ sebut Youcki. Dalam penggalangan dana ini, IIKV juga menggandeng Islamic Zentrum Bern (IZB).
Jika tidak terkumpul hingga akhir Maret mendatang, rencana pembangunan masjid pertama tersebut tidak akan terwujud. "Ya, akan tidak terpenuhi,“ imbuh Youcki.
Baca juga: Ada Ayam Geprek dalam Kemeriahan Pesta 17 Agustus di Swiss
Hal senada diungkapkan Desrial Anwar, Imam Masyakarat Muslim Indonesia. Dia mengimbau umat Islam Indonesia Swiss bahu membahu mengatasi kekurangan dana ini. "Waktu kita tidak banyak, tapi semua kita serahkan ke Allah,“ kata Desrial Anwar.
Ustaz Aal, begitu dia biasa dipanggil, menyatakan bahwa menyumbang pembangunan masjid sangat besar manfaatnya untuk kehidupan di akhirat. "Allah menjanjikan akan menggantikannya dengan istana nantinya,“ katanya.
Ustaz Aal mengajak umat Islam bahu membahu untuk membantu penggalangan dana untuk memuwujudkan pembangunan masjid ini.
Baca juga: Gulai Tunjang Menyambut Musim Gugur di Heidiland
Kesempatan mendirikan masjid pertama komunitas muslim Indonesia di Swiss bermula dari adanya peluang pembelian sebuah gedung di Jalan Yupiter 15b, Bern. Sejak enam bulan silam, pihak penjual menyepakati transaksi jual beli bangunan dua lantai itu.
Enam bulan waktu yang diberikan untuk menutup transaksi jual beli tersebut. Syarat lain, uang untuk pembelian tersebut harus dikumpulkan dari perorangan. "Bukan dari suatu negara atau organisasi tertentu,“ kata Youcki.
Akhir Maret ini, jika kekurangan 1 juta Swiss Franch, atau setara Rp2 miliar tidak terkumpul, maka transaksi tersebut bisa batal. Dalam situs crowfunding yang bisa diakses online, dana yang terkumpul masih jauh dari harapan.
Selama ini, masyarakat muslim Indonesia di Bern melaksanakan kegiatan keislaman dengan menyewa gedung masjid lain. "Sebenarnya inilah saatnya kita bisa memiliki gedung sendiri secara permanen,“ sebut Youcki. Dalam penggalangan dana ini, IIKV juga menggandeng Islamic Zentrum Bern (IZB).
(shf)
Lihat Juga :