Qiyam Ramadan dan Organisme Pesantren

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:50 WIB
loading...
Qiyam Ramadan dan Organisme...
Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta Muhammad Irfanudin Kurniawan. Foto/UDN.
A A A
Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan

Malam pertama Ramadan, usai tarawih, saya masih duduk di serambi Masjid Darunnajah. Angin Jakarta memang nggak pernah benar-benar dingin, tapi selepas Isya begitu, rasanya adem. Dari dalam mushala, suara imam yang tadi memimpin tarawih masih terdengar samar, mungkin lagi i'tikaf atau baca Al-Qur'an.

Tiba-tiba seorang santri lewat. Wajahnya masih kelihatan segar, nggak seperti biasanya yang langsung buru-buru ke kamar. Dia berhenti, menyapa, lalu tiba-tiba bertanya:

"Ust, kata orang, shalat tarawih itu cuma 11 rakaat. Tapi kenapa kita di sini 23 rakaat, ya? Yang bener yang mana, Ust?"

Saya senyum. Setiap Ramadan pasti ada saja santri yang nanya gitu. Dulu saya juga begitu pas masih nyantri. Pertanyaan yang sama, mungkin juga nggak cuma di sini, tapi di ribuan pesantren lain.

"Nak, duduk sini," saya tunjuk kursi kosong di sebelah. "Kita ngobrol sebentar."

Iman dan Ihtisab: Dua Kata Kunci yang Sering Dilupakan


Saya jelaskan ke dia, inti shalat malam itu sebenarnya ada di hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah. Hadis ini derajatnya shahih, disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Bunyinya:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Santri itu manggut-manggut. Saya lanjutkan: "Coba perhatikan, Nak. Ada dua syarat di situ. Pertama, imanan: dia yakin bahwa shalat ini perintah Allah, yakin juga sama janji pahala dari Allah. Bukan karena ikut-ikutan, apalagi karena dipaksa orang tua. Kedua, ihtisaban: dia nggak minta dilihat orang, nggak riya. Dia hanya berharap balasan dari Allah."

"Nah, dua syarat ini, iman dan ihtisab, itu kayak DNA-nya ibadah. Kalau dua syarat ini nggak ada, shalat tarawih cuma jadi gerakan fisik saja."

Kemudian saya jadi ingat pesan KH. Mahrus Amin, salah satu pendiri pesantren Darunnajah. Beliau punya falsafah pohon pisang. Pohon pisang itu, kata beliau, nggak pernah repot mikir buahnya buat siapa. Dia tumbuh, dia berbuah, lalu dia mati. Tapi sebelum mati, dia meninggalkan tunas. Sederhana, tidak neko-neko. Itulah iman dan ihtisab dalam versi pohon. Dia jalanin fungsi hidupnya, sisanya pasrah sama Yang Maha Kuasa.

Para pendiri pesantren, mereka kerja total. Kadang belum melihat hasilnya selama puluhan tahun. Tapi mereka jalan terus, karena yang gerakin bukan pengakuan orang, tapi iman dan ihtisab.

Berjamaah Itu Melipatgandakan


"Ust, terus kenapa harus berjamaah? Kan shalat sendiri juga sah."

Saya tunjuk ke arah saf shalat yang tadi masih basah oleh sajadah. "Nak, lihat itu. Shalat sendiri itu baik. Tapi shalat berjamaah itu punya keistimewaan yang nggak didapat kalau sendiri."

Saya kutip lagi satu hadis, yang ini diriwayatkan Imam Muslim dari Utsman bin Affan:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved