Kejagung Pamer Triliuan Uang Sitaan, Lima: Bentuk Transparansi
Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini, lanjut dia, kesulitan menjelaskan bahayanya korupsi ke publik adalah besaran uangnya tidak kelihatan. “Kalau orang nyuri ayam kan orang tahu dan bisa membayangkan. Atau kalau orang kehilangan motor, tahu dan bisa merasakan sendiri,” ujar Ray.
Berbeda dengan korupsi miliaran bahkan triliunan rupiah. Selain orang tidak bisa membayangkan besarannya seperti apa, mereka juga merasa uang itu bukan milik mereka. Uang itu dianggap uang negara yang bukan milik mereka secara langsung.
Padahal uang tersebut adalah uang milik mereka juga. “Itu yang membuat orang tidak peka dengan gerakan antikorupsi, karena menganggap bukan uang mereka. Dianggap itu duit negara bukan duit mereka,” ungkap Ray.
Dengan diperlihatkan uang tersebut melalui ekspose, menurut Ray, masyarakat jadi tahu sebanyak apa uang Rp6,6 triliun tersebut. “Sebelumnya mereka kan tidak bisa membayangkan sebanyak apa itu uang Rp6,6 triliun karena mereka tidak pernah melihat. Kalau dipertontonkan baru mereka tahu, oh sebanyak itu,” imbuhnya.
Bahkan, Ray menyarankan agar penjelasan besaran korupsi ke publik disampaikan dengan difaktualkan. Misalnya, uang sebesar Rp1 miliar itu bisa digunakan untuk membeli berapa ton beras,” pungkasnya.
Berbeda dengan korupsi miliaran bahkan triliunan rupiah. Selain orang tidak bisa membayangkan besarannya seperti apa, mereka juga merasa uang itu bukan milik mereka. Uang itu dianggap uang negara yang bukan milik mereka secara langsung.
Padahal uang tersebut adalah uang milik mereka juga. “Itu yang membuat orang tidak peka dengan gerakan antikorupsi, karena menganggap bukan uang mereka. Dianggap itu duit negara bukan duit mereka,” ungkap Ray.
Dengan diperlihatkan uang tersebut melalui ekspose, menurut Ray, masyarakat jadi tahu sebanyak apa uang Rp6,6 triliun tersebut. “Sebelumnya mereka kan tidak bisa membayangkan sebanyak apa itu uang Rp6,6 triliun karena mereka tidak pernah melihat. Kalau dipertontonkan baru mereka tahu, oh sebanyak itu,” imbuhnya.
Bahkan, Ray menyarankan agar penjelasan besaran korupsi ke publik disampaikan dengan difaktualkan. Misalnya, uang sebesar Rp1 miliar itu bisa digunakan untuk membeli berapa ton beras,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :