Kejagung Pamer Triliuan Uang Sitaan, Lima: Bentuk Transparansi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:16 WIB
loading...
Kejagung Pamer Triliuan...
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan uang Rp13,255 triliun terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya yang sudah disita Kejagung ke negara. Foto: Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Temuan survei Indikator Politik Indonesia yang menyebut mayoritas masyarakat suka dengan langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengekspose dan mempertontonkan uang korupsi yang disita dan dikembalikan ke negara tak membuat Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kaget. Sebab, langkah Korps Ahdyaksa tersebut dinilai sebagai bentuk transparansi dan pendidikan antikorupsi kepada masyarakat.

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyebutkan langkah Kejagung menunjukkan tumpukan uang tunai hasil sitaan kasus korupsi senilai Rp6,6 triliun mendapat dukungan luas dari masyarakat. Sebanyak 70,7 persen menyatakan setuju dan sangat setuju dengan langkah tersebut.

Ray mengaku tidak kaget dengan temuan survei Indikator Politik tersebut. “Tidak ada yang aneh kesukaan masyarakat ini. Karena ini mereka merasa menjadi tahu tentang korupsi itu sebanyak apa,” kata Ray Rangkuti, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Ekspose Tumpukan Uang Korupsi, Pakar Hukum: Untuk Menunjukkan Negara Hadir



Dia menilai, ekspose uang triliunan hasil sitaan kejahatan korupsi justru merupakan bentuk transparansi dalam penangan korupsi. “Cuma betul, jangan sampai ekspose ini meninggalkan substansi penegakan hukum. Tapi jangan juga mengejar substansi tapi hal-hal seperti ini (ekspose ke publik) ditinggalkan,” kata aktivis antikorupsi senior ini

Menurut Ray, langkah Kejagung dengan ekspose hasil sitaan korupsi merupakan bentuk pendidikan antikorupsi dan politik kepada masyarakat. “Bahkan sekaligus mengajakak masyarakat untuk peduli dengan pemeberantasan korupsi,” ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, kesulitan menjelaskan bahayanya korupsi ke publik adalah besaran uangnya tidak kelihatan. “Kalau orang nyuri ayam kan orang tahu dan bisa membayangkan. Atau kalau orang kehilangan motor, tahu dan bisa merasakan sendiri,” ujar Ray.

Berbeda dengan korupsi miliaran bahkan triliunan rupiah. Selain orang tidak bisa membayangkan besarannya seperti apa, mereka juga merasa uang itu bukan milik mereka. Uang itu dianggap uang negara yang bukan milik mereka secara langsung.

Padahal uang tersebut adalah uang milik mereka juga. “Itu yang membuat orang tidak peka dengan gerakan antikorupsi, karena menganggap bukan uang mereka. Dianggap itu duit negara bukan duit mereka,” ungkap Ray.

Dengan diperlihatkan uang tersebut melalui ekspose, menurut Ray, masyarakat jadi tahu sebanyak apa uang Rp6,6 triliun tersebut. “Sebelumnya mereka kan tidak bisa membayangkan sebanyak apa itu uang Rp6,6 triliun karena mereka tidak pernah melihat. Kalau dipertontonkan baru mereka tahu, oh sebanyak itu,” imbuhnya.

Bahkan, Ray menyarankan agar penjelasan besaran korupsi ke publik disampaikan dengan difaktualkan. Misalnya, uang sebesar Rp1 miliar itu bisa digunakan untuk membeli berapa ton beras,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Kejagung Setor Rp10,2...
Kejagung Setor Rp10,2 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan ke Negara
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved