Hukum Kepemimpinan dalam Organisme Pesantren

Jum'at, 20 Februari 2026 - 13:54 WIB
loading...
A A A
Sayap kedua: Lillāh. Totalitas tanpa orientasi ilahiah adalah bencana. Pemimpin yang all out tapi lupa Allah akan mudah tergoda kekuasaan, harta, popularitas. Ia akan menjadikan pesantren sebagai kerajaan pribadi, bukan amanat umat.

Di Sidogiri, para pengelola BMT punya ukuran keberhasilan yang unik: bukan sekadar laba, tapi apakah petani kecil masih bisa meminjam tanpa agunan. Itulah lillāh dalam praktik. Di Termas, para ulama menjaga kemurnian sanad bukan untuk popularitas, tapi karena keyakinan bahwa ilmu adalah amanat yang harus diwariskan.

"The law of the lead" dalam organisme pesantren mensyaratkan kedua sayap ini harus sama kuat. Pincang sedikit saja, organisme akan jatuh.

Kepemimpinan yang Mempercayakan, Bukan Mengendalikan


Dalam organisme yang sehat, sel-sel tidak menunggu perintah dari otak untuk melakukan fungsinya masing-masing. Jantung berdetak tanpa perlu dikomando. Paru-paru bernapas secara otomatis. Itulah keindahan sistem kehidupan: setiap bagian menjalankan perannya dengan kesadaran sendiri, tapi tetap dalam koordinasi.

Demikian pula dalam pesantren yang sehat. Seorang kiai tidak perlu mengatur setiap detail. Ia cukup menanamkan nilai, merawat tradisi, lalu mempercayakan kepada jaringan yang ada. Para ustadz mengajar dengan tanggung jawab. Santri senior membimbing adik-adiknya. Alumni menjadi agen perubahan di masyarakat. Semua bergerak dalam ritme yang sama, tanpa perlu komando harian.

KH. Ahmad Suharto dalam bukunya Senarai Kearifan Gontory menulis: "Kepemimpinan sejati adalah ketika pemimpin mampu membuat orang lain merasa ikut memiliki, sehingga mereka bergerak bukan karena takut, tapi karena cinta."³

Inilah "the law of the lead" dalam versi organisme: semakin kuat sistemnya, semakin ringan beban pemimpinnya.

Regenerasi: Hukum Kepemimpinan yang Paling Berat


Dalam pohon pisang, batang induk mati setelah berbuah. Tapi sebelum mati, ia meninggalkan tunas-tunas yang akan tumbuh menjadi pohon baru. Itulah regenerasi. Dan ini adalah hukum kepemimpinan yang paling berat, karena ia menuntut pemimpin untuk rela "mati" demi keberlanjutan.

Banyak lembaga runtuh setelah pendirinya wafat. Mengapa? Karena sang pendiri gagal menyiapkan tunas. Ia terlalu asyik menjadi pusat, lupa bahwa suatu saat ia akan pergi.

Pesantren-pesantren yang kita kagumi, Gontor, Sidogiri, Termas, Darunnajah, bertahan lintas generasi karena para pendirinya memahami hukum ini. Mereka tidak hanya membangun pesantren, tapi juga membangun sistem regenerasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Berita Terkini
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved