Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara

Jum'at, 13 Februari 2026 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Pencegahan ekstremisme tidak bisa dilakukan dengan hanya berbicara tentang deradikalisasi. Namun, harus berbicara tentang keadilan sosial, literasi digital, dan etika kewargaan global. Lebih jauh, pencegahan ekstremisme berarti memperkuat narasi kebajikan bersama yaitu shared humanity.

Ia membutuhkan kolaborasi ulama, pendeta, biksu, akademisi, aktivis muda, dan negara dalam satu orkestrasi etika. Selama dua dekade terakhir, negara-negara Asia Tenggara telah mengembangkan kerangka counter-terrorism yang relatif kuat. Namun, tantangan hari ini menuntut pergeseran paradigma: dari countering menuju preventing, dari responsif ke transformatif.

Selain itu, ketahanan sosial (social resilience) juga menjadi hal penting. Komunitas yang inklusif, pendidikan yang kritis, ekonomi yang adil, dan ruang dialog yang terbuka adalah benteng paling kokoh melawan ekstremisme.

Lebih jauh, penghapusan ekstremisme mengingatkan kita bahwa perdamaian dibangun melalui tindakan kita sehari-hari, yaitu belajar mendengarkan tinimbang memberi label (stereotip), melibatkan tinimbang mengucilkan, dan memilih welas asih tinimbang balas kebencian. Mencegah ekstremisme kekerasan dapat dimulai dengan memperkuat ikatan yang menyatukan masyarakat multi-budaya dan multi-agama, dan juga memastikan bahwa setiap orang merasa didengar, dihargai, dan dihormati secara setara.

Pungkasannya, pencegahan ekstremisme adalah proyek kemanusiaan yang belum selesai. Ia bukan sekadar agenda keamanan, melainkan panggilan nurani. Kita tidak sedang melawan ideologi semata, namun, kita sedang menjaga martabat manusia yang dihardik.

Karenanya, Hari Internasional untuk pencegahan ekstremisme kekerasan mengingatkan kita bahwa perdamaian bukanlah keadaan pasif. Ia adalah kerja aktif, sabar, dan berkelanjutan. Secara praktis, untuk mencegah ekstremisme kekerasan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan.

Ia membutuhkan pembangunan kepercayaan di setiap lini masyarakat. Ini menyerukan kemitraan antara masyarakat sipil, pendidik, pemimpin agama, jaringan pemuda, dan pemerintah. Singkatnya, ia menuntut kita untuk mengatasi akar penyebab daripada hanya menyahuti konsekuensi yang terjadi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved