Kejagung Penuhi Ekspektasi Publik, Akademisi: Kepercayaan Tertinggi Bentuk Apresiasi Nyata
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Prof Hamzah berpendapat bahwa kesuksesan Kejagung saat ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menyoroti perubahan signifikan yang terjadi dari level pimpinan tertinggi hingga ke jajaran daerah.
“Apa yang dilihat masyarakat saat ini hanyalah muara. Di hulunya, terjadi pembenahan SDM yang luar biasa. Sepanjang sejarah, baru kali ini kita memiliki Jaksa Agung seorang Profesor, bahkan empat Jaksa Agung Muda (JAM) juga bergelar Profesor,” ujarnya.
Fenomena ini juga terlihat di daerah, di mana para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), hingga para asisten menunjukkan semangat belajar yang tinggi. “Di kampus S3 Unhas sendiri, banyak jajaran kejaksaan yang sangat rajin menempuh studi doktoral. Ini menunjukkan kemauan kuat untuk berbenah secara sistematis dan intelektual,” kata Hamzah.
Selain faktor SDM, keberhasilan ini tidak lepas dari gaya kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Hamzah menilai ST Burhanuddin berhasil menerapkan manajemen "orang yang tepat di tempat yang tepat" (right man on the right place), mulai dari level JAM hingga level terbawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak cuma soal keberanian. Banyak orang yang berani, tapi jika keberanian tidak diikuti dengan visi dan strategi yang taktis, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Jaksa Agung berhasil merumuskan perencanaan strategis yang membuat mesin organisasi berputar dengan sangat baik,” pungkasnya.
“Apa yang dilihat masyarakat saat ini hanyalah muara. Di hulunya, terjadi pembenahan SDM yang luar biasa. Sepanjang sejarah, baru kali ini kita memiliki Jaksa Agung seorang Profesor, bahkan empat Jaksa Agung Muda (JAM) juga bergelar Profesor,” ujarnya.
Fenomena ini juga terlihat di daerah, di mana para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), hingga para asisten menunjukkan semangat belajar yang tinggi. “Di kampus S3 Unhas sendiri, banyak jajaran kejaksaan yang sangat rajin menempuh studi doktoral. Ini menunjukkan kemauan kuat untuk berbenah secara sistematis dan intelektual,” kata Hamzah.
Selain faktor SDM, keberhasilan ini tidak lepas dari gaya kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Hamzah menilai ST Burhanuddin berhasil menerapkan manajemen "orang yang tepat di tempat yang tepat" (right man on the right place), mulai dari level JAM hingga level terbawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak cuma soal keberanian. Banyak orang yang berani, tapi jika keberanian tidak diikuti dengan visi dan strategi yang taktis, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Jaksa Agung berhasil merumuskan perencanaan strategis yang membuat mesin organisasi berputar dengan sangat baik,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :