Dinding Bisu Kekuasaan

Kamis, 05 Februari 2026 - 17:34 WIB
loading...
A A A
Kepemimpinan "Pelayan" di Indonesia berakar pada filosofi lokal yang mengedepankan nilai “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” (Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan).

Krisis kepemimpinan saat ini sering kali disebabkan oleh pemimpin yang terjerat dalam "Algoritma Penguasa," yang haus pengakuan dan kekuasaan. Berbeda dengan "Algoritma Pelayan," yang lebih berfokus pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Jika kita menggali lebih dalam, filosofi Servant Leadership Greenleaf sejalan dengan prinsip “Asthabrata,” yang mengajarkan kepemimpinan berdasarkan delapan sifat baik, seperti kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang. Dalam konteks ini, baik secara lokal maupun global, pemimpin seharusnya berperan sebagai pelayan, menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat di atas segalanya.

Saat kondisi semakin tidak menentu, dampak konflik global dan percikan api dikawasan serta keadaan dalam negeri bangsa dengan berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang menguji ketahanan bangsa. Dalam konteks ini, dinding bisu kekuasaan harus dijebol dengan melepaskan keinginan untuk berkuasa demi kepentingan pribadi. Kepemimpinan seharusnya tidak hanya diartikan sebagai akumulasi kekuasaan, melainkan sebagai pengabdian untuk mensejahterakan rakyat.

Kepemimpinan yang baik menghadirkan perubahan nyata dengan sangat memahmi kondisi rakyat yang tidak menjadikan sifat psykopat, bukan sekadar retorika politik yang membuat jarak antara pemimpin dan rakyat. Sangat penting untuk menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah alat untuk mengadili lawan politik atau merubah haluan negara yang telah ditetapkan dalam dasar-dasar bernegara. Alih-alih mengejar kepentingan pribadi, pemimpin harus berfokus pada pengembangan komunitas, menjalin komunikasi dan memperkuat kebersamaan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti Servant Leadership, pemimpin mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan masyarakat, mewujudkan integritas, dan membuka ruang untuk dialog yang konstruktif. Hanya dengan cara ini, Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan dan membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi semua. Kesadaran akan tanggung jawab sosial ini adalah langkah krusial untuk meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan.

Akhirnya untuk menjebol "dinding bisu kekuasaan" adalah pentingnya mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia. Nabi Muhammad menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang pengabdian, integritas, dan layanan kepada masyarakat. Dengan meneladani akhlak dan sifat-sifat kepemimpinannya, pemimpin masa kini dapat keluar dari jerat dosa pribadi dan kolektif yang sering menghalangi kemajuan bangsa.

Kepemimpinan yang diilhami oleh teladan Nabi Muhammad menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang, yang dapat meruntuhkan dinding bisu yang memisahkan pemimpin dan rakyat. Melalui pendekatan ini, pemimpin tidak hanya sekadar penguasa, tetapi juga sebagai pelayan yang berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat. Dengan demikian, pemimpin dapat mengubah citra kekuasaan menjadi kekuatan yang membawa kebaikan dan memberikan harapan bagi masa depan bangsa, menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama. Semoga…
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
Duel Sumber Daya: Iran,...
Duel Sumber Daya: Iran, Israel, dan Amerika di Panggung Perang Modern
Belajar dari Singapura,...
Belajar dari Singapura, Sinergi 3 Pilar Ini Penting untuk Membangun Indonesia
Prabowo ke Pihak yang...
Prabowo ke Pihak yang Ganggu Indonesia: Dear Friends Indonesian Are Not Stupid
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Pramono Singgung Kelemahan...
Pramono Singgung Kelemahan Bangsa Ini: Egonya Terlalu Kegedean
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Infografis
PM Singapura Lee Hsien...
PM Singapura Lee Hsien Loong Segera Serahkan Kekuasaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved