Duel Sumber Daya: Iran, Israel, dan Amerika di Panggung Perang Modern

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:30 WIB
loading...
Duel Sumber Daya: Iran,...
Salim, Ketua Dewan Pakar KPPMPI sekaligus Kandidat Doktor Universitas Airlangga. Foto/istimewa
A A A
Salim
Ketua Dewan Pakar KPPMPI, Kandidat Doktor Universitas Airlangga

JIKA kamu berpaling dari jalan yang benar, Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan durhaka sepertimu.” 47:38

Penggalan ayat tersebut mengenang akan penerus Rosulallah Muhammad SAW yang ke 38, pemimpin besar Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beliau selalu manyampaikan kenapa umat Islam tidak pernah bersatu untuk melawan musuh musuhnya? Ayatollah Ali Khamenei memadukan kepemimpinan spiritual yang sakral dengan kebijakan luar negeri yang menantang arus global, berdiri sebagai penjaga moral sekaligus arsitek perlawanan di Timur Tengah.

Sebagai Wilayahtul Faqih, ia menjadi jangkar iman yang menolak pengaruh Budaya Barat demi menjaga kemurnian nilai revolusi, sementara di kancah internasional, ia mempertegas kedaulatan Iran melalui doktrin kemandirian dan penguatan "Poros Perlawanan" yang anti-imperialisme. Sosoknya mencerminkan keteguhan seorang pemimpin yang memprioritaskan martabat bangsa di atas tekanan asing, menjadikannya figur sentral yang menentukan arah geopolitik kawasan dengan prinsip yang tak tergoyahkan.

Peperangan antara Iran, Israel, dan Amerika bukan hanya sekadar bentrokan fisik, tetapi juga pertempuran ideologis dan strategis yang telah tersirat dalam kitab suci Al-Qur'an. Konflik ini mencakup berbagai domain yang saling berinteraksi: Surface Domain, Air Domain, Underwater Domain, Sea Bed Domain, Space Domain, dan Cyber Domain. Dalam era modern ini, masing-masing negara mengerahkan kombinasi kemampuan multi-domain yang menakjubkan untuk mempertahankan kepentingan strategis mereka.

Iran, melalui Garda Revolusinya, menerapkan taktik pengelabuhan yang canggih dan visioner, menunjukkan inovasi dan ketangkasan dalam menggunakan sumber daya yang ada. Sejalan dengan itu, Teori Perang Modern oleh Klaus Schwabe menekankan pentingnya integrasi kemampuan tempur di berbagai domain serta penguasaan informasi dan teknologi. Menurut teori ini, negara harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan situasi dan memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mendominasi medan perang.

Malam itu, langit Teluk Persia memancarkan warna oranye kemerahan, seolah-olah mencerminkan ketegangan yang menggantung di udara, sinyal operasi “Epic Fury” di execute pada 28 Februari 2026 atas perintah Washngton. Di ruang Command and Control Angkatan Laut Amerika Serikat, para perwira bersiap-siap, mata mereka terpaku pada Large Screen yang menunjukkan pergerakan kapal-kapal perang. Kapal induk USS Gerald R. Ford, raja laut yang dibungkus baja, beroperasi sedikit lebih dekat ke pantai Iran. Ini bukan hanya latihan; ini adalah pertarungan untuk dominasi.

David Skarosi, seorang komandan berpengalaman, menatap layar dengan intensitas tinggi. Dia tahu bahwa malam ini bisa menjadi malam yang menentukan. Informasi intelijen baru saja diterima: Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, berada di lokasi yang sama sebuah kota kecil yang terlindungi, namun tidak tak terlihat. Ini adalah "Center of Gravity" yang ingin mereka hancurkan. "Strategi kita harus menjadi cepat dan tepat," bisiknya dengan tegas, seakan meyakinkan diri sendiri.

Di sisi lain, di Tehran, sebuah komando rahasia militer sedang berlangsung. Para jenderal Iran saling berbisik, merencanakan langkah-langkah defensif untuk mengantisipasi serangan yang mungkin datang. Mereka tahu apa yang dipertaruhkan; bukan hanya kekuasaan, tetapi juga kelangsungan hidup.

Dalam bayang-bayang, satu unit Garda Revolusi bersiap. Taktik mereka beraneka ragam, dengan keahlian mengelabui musuh yang sudah terkenal di kalangan pakar militer. Dengan keheningan yang mencekam, serangan siber dilancarkan. Di balik layar, tim siber Angkatan Laut Amerika bekerja tanpa henti. Mereka melumpuhkan komunikasi militer Iran, menciptakan kekacauan di antara barisan musuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Rekomendasi
Substitute Wife of the...
Substitute Wife of the Tycoon Tayang di V+Short, Microdrama China yang Penuh Intrik Keluarga
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
Berita Terkini
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved