Membaca Narasi Jepang tentang Taiwan dalam Perspektif Regionalisme

Kamis, 05 Februari 2026 - 13:25 WIB
loading...
A A A
Di sinilah kita posisi Jepang sebagai normative struggle within regional order. Jepang tidak sedang menyerang China, tetapi juga tidak sekadar menjelaskan kebijakan luar negerinya. Jepang sedang berpartisipasi dalam perdebatan yang lebih luas tentang bagaimana tatanan regional seharusnya dibangun.

Taiwan sebagai Simbol Regionalisme Kontemporer
Isu-isu regional sering kali menjadi simbol dari pertarungan yang lebih besar. Taiwan, dalam konteks ini, bukan hanya persoalan hubungan Daratan Utama China–dan pulau Taiwan, tetapi juga simbol dari pertanyaan fundamental tentang stabilitas kawasan, keseimbangan kekuatan, dan legitimasi politik.

Dengan menyatakan bahwa stabilitas Selat Taiwan penting bagi Indonesia dan komunitas internasional, Jepang secara halus menggeser isu Taiwan dari domain nasional ke domain regional. Ini bukan provokasi, tetapi juga bukan pernyataan netral. Ini adalah contoh bagaimana negara menggunakan bahasa regionalisme untuk memperluas makna suatu isu.

Proses ini bisa kita sebut the social construction of regional issues. Sebuah konflik tidak lagi dipahami sebagai urusan dua pihak, tetapi sebagai persoalan yang menyangkut seluruh kawasan. Dalam konteks ini, Jepang berusaha menunjukkan bahwa perdamaian di Taiwan bukan hanya kepentingan China atau Jepang, tetapi kepentingan regional.

Sejarah sebagai Modal Regionalisme
Salah satu aspek penting dalam analisa ini adalah peran sejarah dalam pembentukan regionalisme. Sejarah tidak hanya menjadi latar belakang, tetapi juga sumber legitimasi. Negara-negara menggunakan sejarah untuk menjelaskan posisinya, membangun kepercayaan, dan meredakan kecurigaan.

Artikel Jepang banyak mengutip pengalaman sejarah hubungan dengan Indonesia, seperti bantuan pasca-perang, kerja sama infrastruktur, transfer teknologi, hingga hubungan antarmasyarakat. Narasi ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya ingin dipahami sebagai aktor keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan dan sahabat historis.

Ini adalah strategi yang sangat khas dalam regionalism, membangun kepercayaan melalui kombinasi antara memori sejarah dan kerja sama konkret. Jepang tidak menolak sejarah, tetapi mengolahnya menjadi dasar legitimasi regional.

Namun, yang menarik, sejarah dalam artikel ini tidak digunakan untuk menyalahkan atau mengungkit trauma, melainkan untuk membangun kontinuitas moral, dari penyesalan atas perang menuju komitmen terhadap perdamaian.

Regionalisme antara Norma dan Kepentingan
Regionalisme selalu berada di antara norma dan kepentingan. Tidak ada regionalisme yang sepenuhnya idealistik, dan tidak ada pula yang sepenuhnya realistis. Keduanya selalu hadir dalam bentuk yang saling terkait.

Artikel Jepang mencerminkan ambiguitas tersebut. Di satu sisi, Jepang berbicara tentang perdamaian, dialog, dan hukum internasional. Di sisi lain, Jepang juga tidak dapat melepaskan diri dari realitas geopolitik, yaitu kebangkitan China, rivalitas kekuatan besar, dan pentingnya Selat Taiwan bagi keseimbangan regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Rekomendasi
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved