Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal

Selasa, 03 Februari 2026 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Konsekuensinya adalah capital flight. Investor global, yang memiliki banyak pilihan negara, akan memilih yurisdiksi dengan kepastian regulasi lebih tinggi. Dalam konteks ini, ancaman reklasifikasi oleh MSCI bukan sekadar simbolis; ia berpotensi memicu keluarnya dana pasif yang mengikuti indeks, mempercepat tekanan harga.

Dari kerangka teoritis tersebut, jelas bahwa pengunduran diri pejabat OJK dan BEI bukanlah penyebab tunggal jatuhnya IHSG, melainkan katalis yang memperkuat masalah yang sudah ada. Tekanan tata kelola, kekhawatiran transparansi, dan kerentanan likuiditas telah lebih dulu membentuk fondasi rapuh. Resignasi hanya memperkeras bunyi alarm.

Karena itu, solusi kebijakan tidak bisa berhenti pada stabilisasi jangka pendek. Intervensi sesaat mungkin meredam volatilitas, tetapi tidak memulihkan kredibilitas. Yang dibutuhkan adalah reformasi struktural: keterbukaan kepemilikan manfaat akhir (beneficial ownership), penguatan pengawasan perdagangan terafiliasi, peningkatan free float, serta proses seleksi pimpinan regulator yang transparan dan independen. Dalam bahasa teori sinyal, pemerintah harus mengirim positive signal yang setara kuatnya dengan sinyal negatif sebelumnya.

Pada akhirnya, pelajaran terpenting dari episode ini sederhana: pasar modal adalah referendum harian atas kualitas institusi. Ketika regulator dipercaya, gejolak global dapat diserap. Ketika legitimasi goyah, berita apa pun berubah menjadi kepanikan. Jika kepercayaan tidak segera dipulihkan, setiap peristiwa administratif akan terus dibaca sebagai krisis. Dan selama krisis persepsi itu bertahan, modal akan selalu memilih pergi lebih dulu, bertanya kemudian.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
IHSG, Rupiah, dan Ujian...
IHSG, Rupiah, dan Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Rekomendasi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved