Dukungan Indonesia atas Imperium Amerika dalam Board of Peace
Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Pada 19 Januari 2026, Trump mengeluarkan tahap kedua yang berisi 13 poin BoP. BoP ini diresmikan di Davos, Switzerland, 22 Januari 2026 di sela sela acara World Economic Forum yang ke 56. Di dalamnya juga tidak ada two state solution. Lebih parahnya, di dalamnya tidak melibatkan Palestina, tetapi justru melibatkan Israel.
Sebagaimana kita ketahui, Amerika telah keluar dari 31 bagian dari PBB (misalnya, UNHRC, UNESCO dan WHO, UNFCCC, dan lainnya) dan 35 non-PBB. Bagi Trump, PBB tidak berguna. Trump mengatakan (20/1/2026), PBB berpeluang diganti oleh BoP.
"Might," Trump mengatakan Ketika wartawan bertanya, apakah PBB akan digantikan dengan BoP? Trump berkata secara diplomatis, PBB pergerakkannya terbatas, "The U.N. just hasn't been very helpful. I am a big fan of the U.N. potential but it has never lived up to its potential".
Dalam pidatonya di Davos (22/1/2026), Trump mengatakan kembali dengan diksi yang lebih moderat bahwa PBB adalah lembaga yang tidak bisa memaksimalkan potensinya. Dengan kata lain, PBB tidak berguna karena memang tidak sesuai dengan kehendaknya.
Setelah acara di Davos, Switzerland, Trump menjelaskan kembali di pesawat (23/1/2026) bahwa PBB telah gagal menggunakan potensinya, inisiatif baru (BoP) bagus untuk PBB, “UN hasn’t live up its potential . . . that the new initiative could be “a good thing for the United Nations.””
Konteks pernyataan dan sikap Trump atas PBB dan kebanggaan diresmikannya BoP mengundang banyak respon. Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva berpendapat bahwa Trump memang ingin menciptakan PBB baru setelah menerbitkan BoP di Switzerland, “Donald Trump of wanting to create “a new UN”” (23/1/2026).
Dalam Euronews di Davos, Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prévot berpendapat bahwa Amerika, Trump ingin menggantikan PBB dengan BoP, “Trump of seeking to "replace the United Nations' system" with his transitional "Board of Peace"” (20/1/26).
Singkat kata, apa yang dilakukan Trump adalah kebijakan Imperium Amerika yang sesungguhnya sudah dilakukan para pendahulunya. Sudah menjadi fakta umum pula jika Imperium Inggris diteruskan oleh Imperium Amerika (Strange, 1988; Bacevich, 2002; Kennedy, 2007; Hopkins, 2007; Mann, 2008; Go, 2008; Baker, 2010; Gill, 2020; Chiu, 2023).
Indonesia dalam Board of Peace
Anggota BoP yang dipilih Trump salah satunya adalah Indonesia. Indonesia merespon positif sebagai suatu angin segar perdamaian di Gaza. Presiden Prabowo mengatakan malam itu di Davos (22/1/2026), “ini kesempatan bersejarah. Ini benar benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza”. Menteri Luar negeri Indonesia, Sugiono menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia di BoP, Indonesia komitmen terhadap perdamaian di Palestina dan stabilitas di Gaza.
Lebih lanjut Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia sejalan dengan prinsip bebas aktif. Menurut Yvonne keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan langkah strategis dan konstruktif untuk memperkuat upaya internasional dalam mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan perluasan akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Sebagaimana kita ketahui, Amerika telah keluar dari 31 bagian dari PBB (misalnya, UNHRC, UNESCO dan WHO, UNFCCC, dan lainnya) dan 35 non-PBB. Bagi Trump, PBB tidak berguna. Trump mengatakan (20/1/2026), PBB berpeluang diganti oleh BoP.
"Might," Trump mengatakan Ketika wartawan bertanya, apakah PBB akan digantikan dengan BoP? Trump berkata secara diplomatis, PBB pergerakkannya terbatas, "The U.N. just hasn't been very helpful. I am a big fan of the U.N. potential but it has never lived up to its potential".
Dalam pidatonya di Davos (22/1/2026), Trump mengatakan kembali dengan diksi yang lebih moderat bahwa PBB adalah lembaga yang tidak bisa memaksimalkan potensinya. Dengan kata lain, PBB tidak berguna karena memang tidak sesuai dengan kehendaknya.
Setelah acara di Davos, Switzerland, Trump menjelaskan kembali di pesawat (23/1/2026) bahwa PBB telah gagal menggunakan potensinya, inisiatif baru (BoP) bagus untuk PBB, “UN hasn’t live up its potential . . . that the new initiative could be “a good thing for the United Nations.””
Konteks pernyataan dan sikap Trump atas PBB dan kebanggaan diresmikannya BoP mengundang banyak respon. Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva berpendapat bahwa Trump memang ingin menciptakan PBB baru setelah menerbitkan BoP di Switzerland, “Donald Trump of wanting to create “a new UN”” (23/1/2026).
Dalam Euronews di Davos, Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prévot berpendapat bahwa Amerika, Trump ingin menggantikan PBB dengan BoP, “Trump of seeking to "replace the United Nations' system" with his transitional "Board of Peace"” (20/1/26).
Singkat kata, apa yang dilakukan Trump adalah kebijakan Imperium Amerika yang sesungguhnya sudah dilakukan para pendahulunya. Sudah menjadi fakta umum pula jika Imperium Inggris diteruskan oleh Imperium Amerika (Strange, 1988; Bacevich, 2002; Kennedy, 2007; Hopkins, 2007; Mann, 2008; Go, 2008; Baker, 2010; Gill, 2020; Chiu, 2023).
Indonesia dalam Board of Peace
Anggota BoP yang dipilih Trump salah satunya adalah Indonesia. Indonesia merespon positif sebagai suatu angin segar perdamaian di Gaza. Presiden Prabowo mengatakan malam itu di Davos (22/1/2026), “ini kesempatan bersejarah. Ini benar benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza”. Menteri Luar negeri Indonesia, Sugiono menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia di BoP, Indonesia komitmen terhadap perdamaian di Palestina dan stabilitas di Gaza.
Lebih lanjut Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia sejalan dengan prinsip bebas aktif. Menurut Yvonne keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan langkah strategis dan konstruktif untuk memperkuat upaya internasional dalam mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan perluasan akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Lihat Juga :