Dukungan Indonesia atas Imperium Amerika dalam Board of Peace

Senin, 26 Januari 2026 - 07:31 WIB
loading...
Dukungan Indonesia atas...
Musa Maliki, Dosen Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta. Foto/ist
A A A
Musa Maliki
Dosen Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jakarta

PADA 13 Oktober 2025 (SindoNews), saya menulis tentang gerakan kosmopolitan dunia yang bisa meluluhkan negara-negara besar untuk mengakui Palestina tetapi belum bisa menghentikan kehendak genosida Israel atas Palestina.

Konstruksi politik global masih mendukung sistem Westphalia dengan struktur global ditempati negara Amerika. Sistem negara-bangsa ini memberikan keuntungan alamiah dalam sistem anarkhi internasional bagi Amerika.

Dalam konteks ini negara Indonesia secara relasi power politics lemah dihadapan Amerika. Apapun kehendak Amerika, Indonesia turuti. Amerika mempunyai will to power ke Indonesia. Jika Amerika menghendaki Indonesia masuk ke Board of Peace, maka masuklah.

Imperium Amerika

Michael Ignatieff dalam artikelnya berjudul “The American Empire: The Burden,” di New York Times (5 Januari, 2003) mengungkapkan definisi singkat tentang the American Empire: “Being an imperial power… means enforcing such order as there is in the world and doing so in the American interest”. Intinya, Imperium Amerika adalah memaksakan suatu tata dunia agar memenuhi kehendak kepentingan Amerika.

Lebih lanjut Morefield (2014:7) dalam, “Empire without Imperialism”, menyebut “in Said’s sense, is an Empire that cannot say its name”. Sepertinya Amerika kualat dengan Imperium Inggris. Amerika melawan Imperium Inggris, tetapi dia sendiri kini jadi Imperium. Amerika enggan menyebut dirinya Imperium.

Misalnya, invasi Irak tanpa persetujuan hukum Internasional, penculikan Presiden Venezuela dan mengatur-ngatur negara Venezuela, keluar dari beberapa oraganisasi PBB dan non-PBB dan menjadikan PBB sebagai batu loncatan membuat Lembaga tandingan PBB yakni Board of Peace.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang berisi kurang lebih pendirian Board of Peace (BoP) (17/11/2025) merupakan bagian dari kerangka besar sistem negara-bangsa untuk melanjutkan atau melenggangkan Imperium Amerika. Resolusi ini disetujui oleh 13 anggota Dewan Keamanan sedangkan Cina dan Rusia abstain.

Isi singkatnya, “the establishment of the Board of Peace (BoP) as a transitional administration . . . . including President Trump’s peace plan in 2020 . . . di teks terakhir berisi “The United States will establish a dialogue between Israel and the Palestinians to agree on a political horizon for peaceful and prosperous coexistence”.

Proposal BoP yang diusulkan Trump di tahap awal berisi 20 poin itu (20 September 2025) pun masuk di dalam isi dokumen rangkaian Rosolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Dalam Resolusi dan proposal Trump ini tidak disebutkan “two states”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Rekomendasi
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved