Dari Limbah Tambang ke Inovasi Konstruksi: Tantangan dan Peluang Ekonomi Sirkular

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:56 WIB
loading...
Dari Limbah Tambang...
Ulya Zein Cahyani, Mahasiswa Program Magister of Business Management Prasetiya Mulya Business School. Foto/Dok Pribadi
A A A
Ulya Zein Cahyani
Mahasiswa Program Magister of Business Management Prasetiya Mulya Business School

INDONESIA dikenal sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Di balik kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan agenda hilirisasi, industri nikel juga menghasilkan limbah dalam jumlah sangat besar, salah satunya berupa terak atau slag nikel. Selama bertahun-tahun, slag nikel lebih sering diposisikan sebagai residu bermasalah: ditimbun, diawasi ketat, dan diperdebatkan dampaknya terhadap lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, limbah ini justru menyimpan potensi inovasi yang besar, khususnya dalam sektor konstruksi.

Perubahan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang mengeluarkan slag nikel dari kategori limbah B3 menjadi limbah non-B3 terdaftar membuka ruang baru bagi pemanfaatan yang lebih produktif. Namun, perubahan kebijakan saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana inovasi pemanfaatan limbah ini dikembangkan, diuji, dan dikomunikasikan secara kredibel kepada publik.

Inovasi Slag Nikel sebagai Material Konstruksi


Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pemanfaatan slag nikel sebagai bahan baku batako dan paving block. Secara teknis, berbagai studi menunjukkan bahwa slag nikel memiliki karakteristik fisik yang memadai sebagai substitusi agregat konvensional seperti pasir dan batu alam. Uji kuat tekan menunjukkan bahwa batako dan paving block berbasis slag nikel mampu memenuhi, bahkan dalam beberapa kasus melampaui, standar mutu konstruksi yang berlaku. Inovasi ini bukan hanya soal mengganti bahan baku, tetapi juga tentang menciptakan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dalam konteks ekonomi sirkular, pemanfaatan slag nikel menjadi material konstruksi menawarkan manfaat ganda. Pertama, mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan limbah industri. Kedua, menekan eksploitasi sumber daya alam baru, khususnya pasir dan batu yang selama ini diambil dari sungai dan tambang terbuka. Ketiga, menciptakan nilai ekonomi baru dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Inilah esensi ekonomi sirkular: menjaga material tetap berada dalam siklus pemanfaatan selama mungkin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Acer Gandeng 50 Sekolah...
Acer Gandeng 50 Sekolah Kelola Sampah Elektronik
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved