Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Dalam kerangka ini, konsep Tianxia (天下) dan budaya politik Konfusianisme akhirnya dapat dibaca secara serius, bukan sebagai anomali.

Tianxia bukanlah versi Tiongkok dari tatanan hegemonik, dan juga bukan cikal bakal negara-bangsa modern. Sebaliknya, ia merupakan imajinasi tatanan yang tidak berpusat pada kedaulatan eksklusif, melainkan pada relasi, etika, dan tanggung jawab moral. Dalam bahasa Tianxia, politik tidak dimulai dari batas wilayah, tetapi dari peran, kewajiban, dan kebajikan. Tatanan dijaga bukan oleh dominasi hukum dan kekuatan, melainkan oleh stabilitas relasi dan pengendalian diri.

Jika dilihat dari sudut pandang teori Hubungan Internasional yang tunggal, Tianxia tentu tampak “tidak modern”, “tidak institusional”, bahkan “tidak realistis”. Namun dalam perspektif Multiverse dan Global IR, Tianxia bukanlah masalah, melainkan salah satu semesta tatanan yang belum sepenuhnya dipahami.

Lebih jauh lagi, Tianxia tidak dimaksudkan untuk menggantikan tatanan internasional Barat. Ia justru mengingatkan kita bahwa dunia tidak pernah dijalankan oleh satu tatanan saja. Bahkan dalam sistem negara-bangsa modern sekalipun, relasi historis, etika, ingatan peradaban, dan imajinasi moral tetap memainkan peran penting dalam perilaku internasional. Refleksi ini menjadi semakin relevan ketika kita melihat dunia hari ini.

Dunia tidak mati tetapi sejarah terus berulang. Kita menyaksikan perang di berbagai tempat, bencana alam yang datang silih berganti, dan kesombongan manusia yang kembali mengalahkan kebijaksanaan. Kita melihat para pemimpin dunia bertindak dengan keyakinan berlebihan, sementara negara-negara besar tampak sangat percaya diri, namun pada saat yang sama juga tidak sepenuhnya berdaya menghadapi kompleksitas realitas global.

Situasi ini mengingatkan kita pada dunia menjelang Perang Dunia 1. Barat pernah terlalu percaya diri, terlalu yakin pada stabilitas sistem internasional, dan terlalu percaya bahwa perdagangan serta teknologi akan menjamin perdamaian. Manusia yakin bahwa sains telah menaklukkan alam, bahwa teknologi menjamin keselamatan, dan bahwa kemajuan bersifat linear serta tak terhentikan.

Namun ketika jutaan orang mati di parit-parit perang, tatanan dunia runtuh bukan karena kurangnya teknologi, melainkan karena kesombongan manusia sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved