Siti Zuhro Usul Pilkada Asimetris, Ini Penjelasannya

Senin, 05 Januari 2026 - 16:22 WIB
loading...
Siti Zuhro Usul Pilkada...
Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengusulkan penerapan pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan mekanisme asimetris. Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengusulkan penerapan pemilihan kepala daerah ( pilkada ) dengan mekanisme asimetris. Dengan begitu, ada sejumlah daerah yang menerapkan pilkada secara langsung maupun tidak langsung.

Usulan itu dilayangkan setelah Siti melakukan riset di sejumlah daerah yang memiliki karakteristik berbeda tingkat demokrasinya. Ia menjelaskan, riset dilakukan atas dasar tingginya distorsi pelaksanaan pilkada langsung.

"Pertanyaan ini jadi serius setelah 2005 sampai 2024 kita menyaksikan kok distorsinya bukan semakin berkurang, semakin berlipat ganda. Kok kepala daerah kok kayaknya eh apa ya? Kayak unjuk gigi untuk OTT terus kan gitu. Lah ini, maka itu yang perlu dievaluasi," kata Siti saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Wacana Pilkada via DPRD Perlu Kajian Substansi Demokrasi, Bukan Sekadar Mekanisme

Ia mengatakan, banyak kekurangan dari pelaksanaan pilkada langsung. Meski demikian, ia mengaku kelebihan pilkada langsung terletak pada tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin. "Nah, lalu dengan begitu rakyat memiliki apa? Semacam kedaulatannya, haknya, hak politiknya itu. Itu kelebihan-kelebihannya dari pilkada langsung," katanya.

Kekurangannya, kata Siti, ternyata pilkada langsung menggunakan uang banyak, besar sekali. "Untuk dicalonkan itu maharnya luar biasa. Untuk menang itu nyawernya harus kuat, kuat banget gitu. Jadi ini adalah kontestasi pemodal akhirnya. Makanya ada istilahnya investor pilkada itu," ujarnya.

Atas dasar itu, Siti mempertanyakan pilkada langsung. Apalagi, kata dia, masyarakat akar rumput dinilai tak memiliki literasi politik yang tinggi. Untuk itu, ia menilai perlu ada perbaikan dari mekanisme pilkada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
11 Kepala Daerah Terjaring...
11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Wamendagri: Ini Alarm Keras Ya!
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Gus Muhaimin Minta Kepala...
Gus Muhaimin Minta Kepala Daerah PKB Harus Layak Difotokopi
Mendagri: Skema WFH...
Mendagri: Skema WFH Sudah Diputuskan, Bakal Diumumkan Menko Perekonomian
KPK Kembali OTT Kepala...
KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Kali Ini Giliran Bupati Cilacap
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan...
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan Inovasi Kota Mojokerto
Pemkot Tangsel Raih...
Pemkot Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
Rekomendasi
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Berita Terkini
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved