Disiplin Kesadaran Jadi Kunci Ketahanan Manusia di Era AI
Rabu, 31 Desember 2025 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia mendorong praktik audit energi harian sebagai cara sederhana membangun stabilitas batin. Melalui refleksi atas hal-hal yang menguatkan dan menguras energi, seseorang dapat mulai menyusun sistem hidup yang lebih selaras.
Dia juga menyoroti relasi manusia dengan teknologi. Ketika notifikasi dan algoritma menentukan ritme hidup, manusia berisiko kehilangan kedaulatan atas dirinya sendiri.
“Dengan menjadwalkan waktu khusus untuk teknologi bukan hidup mengikuti iramanya manusia mengembalikan posisi alat sebagai pelayan, bukan pengendali,” ucapnya.
Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa nilai hidup hanya dapat diperkuat melalui tindakan konkret sehari-hari, bukan sekadar slogan. “Nilai bukan slogan atau pernyataan ideal melainkan perilaku yang diulang setiap hari,” kata Syam.
Dia menambahkan manusia yang mampu bertahan menghadapi gelombang perubahan adalah mereka yang memiliki sistem batin paling stabil, bukan sekadar alat paling canggih.
Dia juga menyoroti relasi manusia dengan teknologi. Ketika notifikasi dan algoritma menentukan ritme hidup, manusia berisiko kehilangan kedaulatan atas dirinya sendiri.
“Dengan menjadwalkan waktu khusus untuk teknologi bukan hidup mengikuti iramanya manusia mengembalikan posisi alat sebagai pelayan, bukan pengendali,” ucapnya.
Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa nilai hidup hanya dapat diperkuat melalui tindakan konkret sehari-hari, bukan sekadar slogan. “Nilai bukan slogan atau pernyataan ideal melainkan perilaku yang diulang setiap hari,” kata Syam.
Dia menambahkan manusia yang mampu bertahan menghadapi gelombang perubahan adalah mereka yang memiliki sistem batin paling stabil, bukan sekadar alat paling canggih.
(jon)
Lihat Juga :