Merangkai Kata, Mendulang Suara Para Calon Kepala Daerah
Rabu, 16 September 2020 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Slogan ini harus tepat secara kata, rima, hingga makna. Slogan ini juga harus mengakomodasi karakter calon pemimpin dan calon pemilih. Dengan demikian, slogan maupun tagline kampanye yang dipilih sesuai dengan tujuan akhir kampanye, yakni menggaet sebanyak mungkin suara pemilih. (Baca juga: Ekspor Agustus Anjlok, Industri Pengolahan Turun 4,91%)
CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanudin Ali mengatakan, slogan bagi kandidat punya tiga fungsi. Pertama, memiliki makna sebagai kristalisasi visi, misi, dan janji kandidat yang akan ditawarkan kepada pemilih.
"Kedua, slogan kampanye merupakan alat untuk menunjukkan diferensiasi atau pembeda kandidat dengan kandidat lain," ujar Hasanuddin Ali, Selasa (15/9/2020).
Ketiga, slogan kampanye juga sebagai jargon dan alat konsolidasi internal tim pemenangan. "Jadi peran slogan sangat sentral bagi kandidat dalam setiap kontestasi politik," tuturnya.
Menurut Hasanuddin, slogan kampanye didapatkan melalui dua pendekatan. Pertama, riset persepsi pemilih untuk mendapatkan potret citra kandidat. Kedua, eksplorasi visi dan misi kandidat. "Dari dua pendekatan ini, kemudian proses penentuan slogan bisa dilakukan," urainya.
Untuk menyosialisasikan sebuah slogan kampanye, kata Hasanuddin, semua media baik untuk digunakan, baik media konvensional maupun online. Hasanuddin mengatakan, dari beberapa kali survei, penggunaan billboard atau spanduk masih sangat efektif untuk mengenalkan popularitas kandidat.
CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanudin Ali mengatakan, slogan bagi kandidat punya tiga fungsi. Pertama, memiliki makna sebagai kristalisasi visi, misi, dan janji kandidat yang akan ditawarkan kepada pemilih.
"Kedua, slogan kampanye merupakan alat untuk menunjukkan diferensiasi atau pembeda kandidat dengan kandidat lain," ujar Hasanuddin Ali, Selasa (15/9/2020).
Ketiga, slogan kampanye juga sebagai jargon dan alat konsolidasi internal tim pemenangan. "Jadi peran slogan sangat sentral bagi kandidat dalam setiap kontestasi politik," tuturnya.
Menurut Hasanuddin, slogan kampanye didapatkan melalui dua pendekatan. Pertama, riset persepsi pemilih untuk mendapatkan potret citra kandidat. Kedua, eksplorasi visi dan misi kandidat. "Dari dua pendekatan ini, kemudian proses penentuan slogan bisa dilakukan," urainya.
Untuk menyosialisasikan sebuah slogan kampanye, kata Hasanuddin, semua media baik untuk digunakan, baik media konvensional maupun online. Hasanuddin mengatakan, dari beberapa kali survei, penggunaan billboard atau spanduk masih sangat efektif untuk mengenalkan popularitas kandidat.
Lihat Juga :