Di Tengah Gejolak Global, BKSAP DPR Tegaskan Peran Diplomasi Parlemen Perkuat Posisi Indonesia
Kamis, 18 Desember 2025 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Syahrul Aidi menyoroti masih rentannya pekerja migran Indonesia terhadap penipuan, perdagangan manusia, hingga deportasi paksa. Ia mendorong sistem perlindungan WNI yang lebih cepat, modern, dan berbasis perjanjian bilateral yang kuat.
Tak kalah penting, ancaman perubahan iklim dan kebencanaan juga menjadi perhatian BKSAP. Ia menyinggung banjir besar yang melanda Sumatera sebagai contoh nyata urgensi climate diplomacy dan humanitarian diplomacy, termasuk pemanfaatan teknologi satelit serta akses pendanaan mitigasi global.
“Diplomasi Indonesia ke depan harus memperkuat posisi sebagai pemimpin Global South, berorientasi pada perlindungan rakyat, serta memastikan kerja sama luar negeri memberi manfaat nyata bagi ketahanan energi, pangan, pertahanan, teknologi, hingga ruang siber,” tuturnya.
Syahrul Aidi menegaskan diplomasi parlemen ke depan akan bergerak lebih tegas, berdampak, dan berorientasi pada hasil. “Indonesia tidak hanya hadir dalam percaturan global, tetapi harus tampil sebagai negara yang diperhitungkan dan dihormati,” pungkasnya.
Tak kalah penting, ancaman perubahan iklim dan kebencanaan juga menjadi perhatian BKSAP. Ia menyinggung banjir besar yang melanda Sumatera sebagai contoh nyata urgensi climate diplomacy dan humanitarian diplomacy, termasuk pemanfaatan teknologi satelit serta akses pendanaan mitigasi global.
“Diplomasi Indonesia ke depan harus memperkuat posisi sebagai pemimpin Global South, berorientasi pada perlindungan rakyat, serta memastikan kerja sama luar negeri memberi manfaat nyata bagi ketahanan energi, pangan, pertahanan, teknologi, hingga ruang siber,” tuturnya.
Syahrul Aidi menegaskan diplomasi parlemen ke depan akan bergerak lebih tegas, berdampak, dan berorientasi pada hasil. “Indonesia tidak hanya hadir dalam percaturan global, tetapi harus tampil sebagai negara yang diperhitungkan dan dihormati,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :