Wamen LH Sebut Inovasi Penutup Tumpukan Sampah Berbahan Singkong Ramah Lingkungan
Kamis, 18 Desember 2025 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak awal, mimpi kami adalah membangun bisnis yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan sosial. Produk ini tidak hanya membantu TPA, tapi juga menyejahterakan petani singkong lokal,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Greenhope menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sosial. Selain ramah lingkungan, produk ini juga dinilai lebih ekonomis dan praktis dibanding metode penutupan sampah menggunakan tanah.
Baca juga: Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan DPSP Likupang
“Harganya sekitar seperempat dari penggunaan tanah dan tidak memerlukan alat berat. Dua orang saja sudah cukup untuk pemasangan,” jelas Tommy. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan penggalian atau penggundulan lahan.
Teknologi pelapis sampah berbahan pati singkong ini telah mulai diterapkan secara parsial di TPA Pekalongan sejak November 2025. Setelah TPA mencapai kapasitas maksimal, penutupan permanen tetap dilakukan sesuai prosedur.
Greenhope menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sosial. Selain ramah lingkungan, produk ini juga dinilai lebih ekonomis dan praktis dibanding metode penutupan sampah menggunakan tanah.
Baca juga: Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan DPSP Likupang
“Harganya sekitar seperempat dari penggunaan tanah dan tidak memerlukan alat berat. Dua orang saja sudah cukup untuk pemasangan,” jelas Tommy. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan penggalian atau penggundulan lahan.
Teknologi pelapis sampah berbahan pati singkong ini telah mulai diterapkan secara parsial di TPA Pekalongan sejak November 2025. Setelah TPA mencapai kapasitas maksimal, penutupan permanen tetap dilakukan sesuai prosedur.
Lihat Juga :