Lemhannas: Ketahanan Nasional Indonesia Masih Tangguh di Tengah Kondisi Geopolitik Global yang Kompleks
Selasa, 16 Desember 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ace Hasan, kawasan Indo-Pasifik juga mengalami peningkatan ketegangan yang signifikan. “Di kawasan Indo-Pasifik trend peningkatan postur militer, intensifikasi kompetisi maritim, serta semakin masifnya manuver kekuatan-kekuatan besar dunia, konflik di kawasan ASEAN seperti Thailand dan Kamboja juga mewarnai dinamika geopolitik saat ini. Hal ini semakin menegaskan bahwa kawasan ini telah bertransformasi menjadi episentrum baru geostrategi global,” jelasnya.
Dalam situasi tersebut, Ace Hasan menegaskan Indonesia tetap memainkan peran penting di tingkat internasional. “Dalam konteks tersebut, Indonesia telah memainkan peran diplomasi aktif, adaptif dan berwibawa melalui pendekatan multiple alignment sebagai aktualisasi dari politik luar negeri bebas aktif dalam konfigurasi global kontemporer,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak positif diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Dia menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara mitra strategis sepanjang 2024-2025 semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai global middle power yang memiliki kapasitas pengaruh substantif di tingkat Internasional.
Di tengah tantangan global tersebut, Aceh mengatakan bahwa Lemhannas RI menilai kondisi ketahanan nasional Indonesia masih berada pada posisi cukup kuat. “Di tengah konfigurasi global tersebut, Lemhannas Republik Indonesia menilai bahwa ketahanan nasional Indonesia sepanjang tahun 2025 berada pada posisi kondisi cukup tangguh dengan skor 2,84 dengan trend ya, penguatan yang stabil,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pengukuran Laboratorium Ketahanan Nasional Lemhannas, Ace Hasan menyebut beberapa gatra berada dalam kondisi positif. “Dari hasil pengukuran laboratorium ketahanan nasional di tahun 2025, menunjukkan posisi cukup tangguh pada Gatra politik, ekonomi serta sumber kekayaan alam,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, Ace Hasan menegaskan Indonesia tetap memainkan peran penting di tingkat internasional. “Dalam konteks tersebut, Indonesia telah memainkan peran diplomasi aktif, adaptif dan berwibawa melalui pendekatan multiple alignment sebagai aktualisasi dari politik luar negeri bebas aktif dalam konfigurasi global kontemporer,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak positif diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Dia menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara mitra strategis sepanjang 2024-2025 semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai global middle power yang memiliki kapasitas pengaruh substantif di tingkat Internasional.
Di tengah tantangan global tersebut, Aceh mengatakan bahwa Lemhannas RI menilai kondisi ketahanan nasional Indonesia masih berada pada posisi cukup kuat. “Di tengah konfigurasi global tersebut, Lemhannas Republik Indonesia menilai bahwa ketahanan nasional Indonesia sepanjang tahun 2025 berada pada posisi kondisi cukup tangguh dengan skor 2,84 dengan trend ya, penguatan yang stabil,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pengukuran Laboratorium Ketahanan Nasional Lemhannas, Ace Hasan menyebut beberapa gatra berada dalam kondisi positif. “Dari hasil pengukuran laboratorium ketahanan nasional di tahun 2025, menunjukkan posisi cukup tangguh pada Gatra politik, ekonomi serta sumber kekayaan alam,” ujarnya.
Lihat Juga :