Menjaga Martabat Manusia di Tengah Ancaman Otoritarianisme

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:06 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, di sejumlah negara ASEAN, seperti Kamboja, Filipina, dan Thailand, pengekangan kebebasan sipil juga terjadi dalam berbagai bentuk: pembubaran partai oposisi, kriminalisasi aktivis, pembatasan media, atau penggunaan undang-undang keamanan nasional untuk membungkam kritik. Semua itu kerap dibungkus dalam narasi “demi ketertiban umum” atau “demi stabilitas nasional”.

Tetapi stabilitas macam apa yang hendak ditegakkan di atas ketakutan? Itulah pertanyaan etis yang harus disampaikan ASEAN kepada dirinya sendiri. Jika stabilitas menuntut pembungkaman kelompok kritis, maka stabilitas itu sejatinya rapuh, penuh retakan moral.

Tak terbantahkan, Asia Tenggara adalah satu kawasan religius. Mayoritas warganya hidup dalam kultur keagamaan yang kuat, dari Islam di Indonesia dan Malaysia, Buddha di Thailand dan Myanmar, hingga Katolik di Filipina dan Timor Leste.

Agama bisa menjadi basis solidaritas dan etika pembelaan terhadap mereka yang rentan. Tetapi, agama juga bisa dipakai sebagai pembenaran eksklusi, melalui “persejataan” (politisasi) agama.

Kasus Myanmar menjadi contoh telanjang bagaimana agama dapat disulap menjadi identitas nasional yang bersifat menyingkirkan dan tidak menyertakan. Sebagian kelompok ekstremis Buddha menggunakan narasi ancaman terhadap mayoritas untuk membenarkan kekerasan terhadap Rohingya. Ketika agama dipolitisasi, ia kehilangan kemampuan etisnya dan berubah menjadi simbol kekuasaan paling mematikan.

Indonesia, meski lebih demokratis, tidak kebal dari tantangan serupa. Kebebasan beragama terus diuji oleh kasus-kasus intoleransi dan radikalisasi: penyerangan terhadap kelompok minoritas, pelarangan ibadah, pengkafiran, hingga kriminalisasi perbedaan tafsir.

Ini menandakan bahwa persoalan HAM bukan hanya soal negara, tetapi juga soal kultur masyarakat. Masyarakat mayoritas acap menekan negara untuk menerapkan kebijakan represif terhadap kelompok yang dianggap “menyimpang”.

Namun di tengah gelap itu, ada harapan yang hidup. Banyak tokoh agama, terutama mereka yang mendorong moderasi dan dialog lintas iman, memosisikan agama sebagai ruang pemulihan martabat manusia. Mereka mengingatkan bahwa agama bukan alat untuk menghakimi, tetapi untuk menjaga kehidupan. Tanpa suara moral dari komunitas keagamaan moderat, ruang publik akan semakin mudah direbut oleh suara keras yang mengandalkan ketakutan dan permusuhan.

Karenanya, tantangan HAM dewasa ini tidak lagi datang dari tank dan senapan, tetapi dari regulasi digital, algoritma, dan pengawasan daring. Otoritarianisme digital berkembang cepat di Asia Tenggara. Negara mengawasi warganya melalui UU ITE, aturan sensor media sosial, pembatasan enkripsi, dan pengumpulan data berskala besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Indonesia Terpilih Jadi...
Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Untungnya?
Rekomendasi
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Berita Terkini
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved